BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Tuesday, December 25, 2012

well.. to make it clear, i write this.

Well, you must be wondering for what I should really write for you. This is the last. Furthermore, I won't take any of my precious time in my life to give you a word. This is the last.

You must be wondering for what I should write here. Well, stupid me, it's been 4 years or more; we've known each other. And also... uhm, I'm too lazy to count, probably since 2010 until the early of 2012 you really drove me like a mad-stupid-lady. But luckily now I've got myself back. I could stand on my feet without any thoughts that I might lose someone anymore.

You should've thought that, I was so stupid, silly, or what - since I waited you for years, but you let those feelings die actually. It's thanks to you, that I couldn't feel any spark anymore- the butterflies once you gave to me are all dead. Probably it scared another living butterflies so I couldn't even like anybody for such a long period time. Yeah, I like some of those guys but it always turned me to you in the end. That was the time for you to laugh, eh?

Okay, to make it simpler I just want to tell you, through this I'll explain why my stupidity ruined you (OH really? did it?). I AM SORRY for letting myself once came into your life and ruined your happiness. You shouldn't be sorry, anyway, please blame my immaturity as a foolish Junior High student when all those crazy things happened. I should've let you go; that was you really really really want me to do, right? So you could flee from the pain without any regrets. I didn't find them in your eyes. That's why it really hit me - that I was the blame on this story.

Well, you might find this as a kind of hatred feelings, but I don't mean that. I DO NOT HATE YOU. In spite, I AM SORRY, in order to keep your pride high as A MAN. (lol this). Also I won't bring this up to any conversation between you and me; in case if we accidentally meet up, and yeah.. just like you've done before, just pretend that there was nothing between us, nothing to remember nor forget. I've learned too much and it's really thanks to you for making me grow up :)

Just remember our old days when we were friends. Uhm... but really, were we? ;)

So I don't want you to misunderstand any of what I've done, really, if this situation fits the best to you, so just stay. I don't want to add any names to my enemy list lol.




I heard you've found a new one? Good for you.




Good bye.

Tuesday, July 3, 2012

A begin to an end.

Yak, setelah tadi baca post dari William, now I've got the point.


Oke, pertama, memang gue akui ini bener-bener gila, sebagai ralat juga, emang gue sama Willi buat cerita gila ini dari awal kelas 9 - sampe sekarang, udah naik kelas 11!
Tapi itu juga kepotong dengan sekolah, tugas, sekolah, tugas, daaan lainnya yang gue gak pengen sebutin satu-persatu. Jelas cuma beberapa post doang, ya meski cuma "beberapa" mungkin.... frankly I say itu semua bener-bener mencerminkan kehidupan Ndo.

Gue lah yang membuat part 1 dan mengawali kisah tragis ini, tentunya inspirasi itu dateng setelah gue baca post William tentang Ndo yang jatuh dari ATV. Gue masih inget gimana gue ngakak keras banget pas baca post itu. Ya, sadis memang, tapi dramatisir si William bener-bener melampaui kisah aslinya (waktu itu gue juga ada pas Ndo cerita pengalaman absurdnya itu), dan semua itu gue luapkan di blog. 

Mungkin, William ada benernya, sudah saatnya gue dan dia mengakhiri kegilaan ini. Padahal tadinya gue sempet kepikiran buat ngebuku-in summary dan gabungan dari post gue dan William, itung-itung buat inspirasi anak muda. 

Tapi, Ndo aja udah hopeless begitu, masa tetep mau gue lanjutin? Apa lagi yang bisa gue tulis?


Jujur, gue kasian ama Ndo.

Gimana nggak? Ya, gue tahu di luar sana banyak yang jadi penggemar Elle. Ada yang mukanya memadai, ya- maksud gue ganteng, ada yang sok ganteng, ada yang belum ganteng (baca: kurang memadai), dan mungkin Ndo masuk di golongan terakhir. Semua punya effort sendiri - seperti pria pada umumnya : CAPER - untuk dapetin hati Elle. Gak sedikit yang berhasil, tapi ada juga yang bisa dapetin hati Elle meski cuma numpang lewat lah istilahnya. Nah, Ndo, boro-boro numpang lewat di hati Elle, dia aja gak bisa ngedapetin perhatiannya sedikiiiit aja.

Berkali-kali Ndo mencoba, dia selalu gagal. Herannya, dia gigih banget. Pas perpisahan di pantai, dia ikut dateng, pas Live In di Klaten, dia berusaha nyamperin. Seolah-olah Ndo selalu mencari dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk ketemu Elle. Dan Elle nya............ gak tahu itu semua.

Ya sebagai teman kita pengen support dia untuk nembak. Minimal si Elle tau lah. Tapi gue pikir... hal itu cuma bikin sakit hati aja, jelas gak ada harapan lagi. Bukannya pesimis, tapi terkadang kita harus rasional dalam bertindak.

Orang bilang kita gak boleh menyerah, tapi apa gunanya memaksakan diri?


Ibaratnya, itu bukan jalannya. Jangan dipaksa atau akibatnya malah jauh lebih buruk.


Agak sedih pas baca post William tadi, kasian banget Ndo. 


Dan gue bingung sekarang.


Bukan, gue bukan bingung tentang apa yang mau gue tulis. Gue juga bukan bingung tentang Ndo, Elle, apalagi William.

Gue bingung kenapa gue bisa-bisanya iba sama orang lain, sedangkan percintaan gue sendiri belum beres.


Hmm.


Udah ah, lanjut.


***


Tekad Ndo udah bulat. Dia pengen nembak Elle. Lagu udah disiapin, gitar udah diganti senar semuanya (kemaren kan pake Piram*da), dan sekarang ia bingung.

"DIMANA GUE MAU NEMBAK DIA?!" Ndo menjerit.
Nggak teriak juga sih, menjeritnya dalam hati doang.


TAPI SERIUS. DIMANA WOI? *gue ikutan bingung*

Ndo memutar otaknya, "nggak mungkin kalo gue nyamperin ke rumahnya lagi," dia nggak mau dikasih recehan lagi, (meskipun waktu itu bermanfaat banget buat ongkos pulang) dia mau.... Elle nerima dia, sebagai teman lah minimal. Diajak masuk, dikasih minum, ngobrol.


Ndo mikir lagi.


"Nggak mungkin juga kalo gue nyanyi di sekolah dia," dia ngomong sendiri, "pasti gue disorakin," katanya lemas.

"Dan nggak mungkin juga gue ajak dia ketemuan...." Ndo bergumam. "Eh, tunggu, mungkin boleh juga ngajak dia ketemu."


Udah seneng dapet ide, Ndo kegirangan. Tapi tiba-tiba dia diem lagi.


"By the way...gimana caranya gue NGAJAK KETEMUAN?" Ndo langsung meraih HP nya. Nomor Elle udah dihapus, tepat pada saat Elle pulang sama anak anak sekolahnya dari Klaten. Ndo memang galau banget waktu itu.

Gengsi mau minta nomernya lagi, Ndo beralih ke Twitternya yang-sebenernya-dibuat-cuma-buat-nge-stalk-timeline-nya-Elle. Tapi kali ini dia nge DM Elle. Dia takut mentionnya dibaca anak-anak lain.


NDO >  Hai Elle... apa kabar? Ini gue Ndo (Ndo nyebutin nama, in case kalo Elle lupa lagi). Hmmmm lagi liburan kemana ni? 

Sampai dua hari berlalu, Elle belum menjawab. Hingga tiba pada hari ketiga, Ndo kegirangan.

ELLE > Hmm baik kok. (Elle gak nanya kabar balik!) Gue baru aja pulang dari rumah sodara... Hmm kenapa? Kok lu tau twitter gue?

Jleb. "DARI DULU GUE FOLLOW ELU KALI..." Ndo menjerit.

Ndo berusaha bersikap baik.

NDO > Eh iya, gapapa kok. Dari dulu gue tau kali...He..he..he.. *ini ketawa apa kesedek* Oh gitu, berarti, bisa ketemuan? Ada Nath juga, lu ajak siapa kek gitu gapapa kok :))))) *smiley overload*

ELLE > Oh, gitu.. Iyasih gue lagi di rumah sekarang. Ketemuan buat apa? Tumben.

Elle kayaknya curiga.

NDO > Ya, gapapa sih... Hehehe.. Lu gak mau ya?

ELLE > Bukan gitu --' Aneh aja.

Ndo diem lagi. Mangap. Suasana mendadak hening.


"Elle, lu baru tau kalo orang yang jatuh cinta bakal berubah jadi aneh?"



Akankah Ndo berhasil mengajak Elle bertemu? Dan apakah rencana Ndo berhasil. Wait for the next sequel!