BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Friday, July 27, 2012

When we (once) talked

Setelah membaca post dari William, kita pasti tahu Ndo memang sudah mulai membuka mata terhadap peradaban modern. Yak saudara-saudara, hape smartfren-mini-yang-nada-deringnya-masih-tenenet-nonet itu telah berubah menjadi blekberi.

Sebagai bukti, lihat ini.

Gambar di atas adalah hasil screenshoot dari chat antara William dan Ndo. Selain membuktikan kalau Ndo udah pake BB (ya, gue tahu display picture(DP)nya masih lebih bagus dari face aslinya), Ndo kayaknya udah capek, atau lebih tepatnya eneg, atau lebih tepatnya udah kesel, atau lebih tepatnya lagi pengen ngebakar gue dan Willi hidup-hidup karena udah memperburuk martabat dia lewat post-post di blog kita berdua selama ini.

Untungnya jawaban William itu tepat banget. Tepat karena dia jujur. Jujur karena..... gue ngalamin hal yang sama. Jujur karena....... gue juga gak bisa, menulis hal yang bagus tentang Ndo. Pernah gue coba sekali, tapi pas gue baca ulang, tetep aja ada unsur hinaannya.

Gue tahu perasaan lu, brodah. 
Ambil sisi baiknya, semoga aja di luar sana banyak yang doain lu supaya bisa dapetin Elle.  


Sorry Ndo, kalo kita nulis yang baik-baik tentang lo, gue takut post yang gue dan William tulis jadi gak menarik. #kesadisanjiwapenulis. Kreatif dan gila itu beda tipis. 















Remaja memang hidup dalam kebrutalan. You should know it, Ndo.







***
Ndo bingung banget, bukannya seneng karena udah dapet pin Elle, dia semakin kacau, bimbang, dan dilema.Setiap menit dia mengamati BB nya, mengecek apakah Elle mengganti DP nya, dan selalu menyimpan setiap foto yang Elle pasang sebagai DP, termasuk foto monyet joget-joget dalam bentuk gif. Akibatnya, Ndo kelabakan, PR ia kerjakan secara kilat, hasilnya pun kacau. Sekolah nggak konsen, dia selalu curi-curi kesempatan buat nge-cek Recent Updates (RU), kapanpun, dimanapun, selalu membuka profile BBM Elle yang sebenernya nggak berubah banyak, kecuali DP nya yang hampir diganti tiap hari. Elle gak sadar, dengan kehadiran Ndo di contactnya, cepat atau lambat akan membahayakan masa depannya.

Kebingungan itu diperparah dengan semangat Ndo untuk "rujuk" (sebenernya bukan rujuk sih, mulai aja belom), maksudnya untuk mengejar cintanya lagi. Kenapa gue bilang diperparah? Jelas, Ndo gagal move on (lagi) Itu artinya dia harus muter otak lagi (yang sebenernya udah males buat dipake mikir), mencari cara untuk nembak Elle, properly. Kenapa gue bilang "properly"? Bukan, bukan karena selama ini Ndo selalu nembak dengan cara absurd, tetapi karena dia selalu GAGAL, dan pasti ada aja hambatannya.

Karena pengen dibilang pria, Ndo pengen nyoba lagi. Tapi, dia masih trauma. Pengen bikin lagu, tapi gak ada yang dukung, sekalipun orangtuanya sendiri bilang kalo dia bisa memperburuk industri musik Indonesia yang-udah-rusak-sama-boyband-girlband-kacangan. Hidup terasa begitu berat...


***

Malem itu Ndo abis ngerjain PR *tumben*, abis itu dia berleha-leha di kasur sambil megang hape. Iseng-iseng (berhadiah) ngecek RU, ternyata MB lagi pasang status "BBM krik bgt --" chat kek siapa gitu" Ndo yang tadinya mau tidur langsung bangun. Sebenernya mungkin aja si Elle lagi berharap cowok yang ia SUKA mau chatting sama dia (literally, bukan Ndo yang ia inginkan.)


Dengan modal nekat, ia memulai conversation nya dengan Elle.

Ndo > Eh... apa kabar?
Elle  > Siapa nih? (ELLE LUPA LAGI. Jelas karena si Ndo masang nama "CHRIS" di display name)

Ndo diam. Pengen banting hape, atau pengen getokin hapenya pake palu, tiba-tiba keinget pesen bokapnya pas dikasih BB, "nih terakhir kalinya gue kasih barang bagus."

Baru Ndo mau meng-end chat conversation itu, tiba-tiba Elle membalas.

Elle > Oh, lu Ndo ya? Maaf baru inget --


Ndo kegirangan bukan main.


Ndo > Eh iya gak apa-apa kok :) santai aja kali :D hehehe :p hmmm, lagi bosen yaah? :|
kode dalam chatting #203 -> Terlalu banyak smiley adalah pertanda: 1.) genit- lagi cari perhatian 2.) lagi kegirangan 3.) sok asik 4) baru belajar pake hape.

Elle > Hmm.. nggak juga sih.

Ndo > Oh hehehe... (Ndo pengen banget ngomong: "lu lagi pengen chatting kan? gue adalah orang yang tepat untuk itu") anyway, gimana nih di sekolah? :D

Elle > Fine kok, eh udah ya bentar lagi hape gw mati, lowbat. Mau nge charge.

Ndo > Oh... oke... :) hehehehe :D

Meskipun Elle terlihat kurang interested, Ndo udah seneng bisa ngobrol, ya istilahnya melepas rindu.

Sekitar 20 menit kemudian, Ndo nge cek RU lagi.


Anda tahu apa yang ada di RU?


JELAS JELAS DI SITU, ELLE LAGI DENGERIN LAGU CERIBEL. DAN DIA BARUSAN GANTI DP.

KATANYA BENTAR LAGI HAPENYA MATI?!
KATANYA MAU NGE CHARGE?! 


"KATANYA......" Ndo bergumam.



Painful love is painful.






"Knew the signs
Wasn't right
I was stupid for a while
Swept away by you
And now I feel like a fool
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?"






Out of Reach - Gabrielle








Wednesday, July 4, 2012

she will always be.

She looked at the clouds,
remembered how well her dream was last created,
"anything could be possible," she screamed at the crowds.
and her smile was well-portrayed.

The feelings of her mind were away,
didn't know when they would turn back,
they escaped from the tiresome day,
her mind was empty but she remembered her track.

She dreamed that she would sit on those clouds someday,
how life set her free, how she could fly.
Well, she had no wings that she couldn't pay.
She had her own dream, she would try.

She heard that somebody would steal her dreams,
They who didn't know how to live.
Happiness was died, fear played its roles.
She was finally able to beat 'em and she learned a lot why she could survive.


It's all because of dreams.





She used to be me, and she will always be.

Tuesday, July 3, 2012

A begin to an end.

Yak, setelah tadi baca post dari William, now I've got the point.


Oke, pertama, memang gue akui ini bener-bener gila, sebagai ralat juga, emang gue sama Willi buat cerita gila ini dari awal kelas 9 - sampe sekarang, udah naik kelas 11!
Tapi itu juga kepotong dengan sekolah, tugas, sekolah, tugas, daaan lainnya yang gue gak pengen sebutin satu-persatu. Jelas cuma beberapa post doang, ya meski cuma "beberapa" mungkin.... frankly I say itu semua bener-bener mencerminkan kehidupan Ndo.

Gue lah yang membuat part 1 dan mengawali kisah tragis ini, tentunya inspirasi itu dateng setelah gue baca post William tentang Ndo yang jatuh dari ATV. Gue masih inget gimana gue ngakak keras banget pas baca post itu. Ya, sadis memang, tapi dramatisir si William bener-bener melampaui kisah aslinya (waktu itu gue juga ada pas Ndo cerita pengalaman absurdnya itu), dan semua itu gue luapkan di blog. 

Mungkin, William ada benernya, sudah saatnya gue dan dia mengakhiri kegilaan ini. Padahal tadinya gue sempet kepikiran buat ngebuku-in summary dan gabungan dari post gue dan William, itung-itung buat inspirasi anak muda. 

Tapi, Ndo aja udah hopeless begitu, masa tetep mau gue lanjutin? Apa lagi yang bisa gue tulis?


Jujur, gue kasian ama Ndo.

Gimana nggak? Ya, gue tahu di luar sana banyak yang jadi penggemar Elle. Ada yang mukanya memadai, ya- maksud gue ganteng, ada yang sok ganteng, ada yang belum ganteng (baca: kurang memadai), dan mungkin Ndo masuk di golongan terakhir. Semua punya effort sendiri - seperti pria pada umumnya : CAPER - untuk dapetin hati Elle. Gak sedikit yang berhasil, tapi ada juga yang bisa dapetin hati Elle meski cuma numpang lewat lah istilahnya. Nah, Ndo, boro-boro numpang lewat di hati Elle, dia aja gak bisa ngedapetin perhatiannya sedikiiiit aja.

Berkali-kali Ndo mencoba, dia selalu gagal. Herannya, dia gigih banget. Pas perpisahan di pantai, dia ikut dateng, pas Live In di Klaten, dia berusaha nyamperin. Seolah-olah Ndo selalu mencari dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk ketemu Elle. Dan Elle nya............ gak tahu itu semua.

Ya sebagai teman kita pengen support dia untuk nembak. Minimal si Elle tau lah. Tapi gue pikir... hal itu cuma bikin sakit hati aja, jelas gak ada harapan lagi. Bukannya pesimis, tapi terkadang kita harus rasional dalam bertindak.

Orang bilang kita gak boleh menyerah, tapi apa gunanya memaksakan diri?


Ibaratnya, itu bukan jalannya. Jangan dipaksa atau akibatnya malah jauh lebih buruk.


Agak sedih pas baca post William tadi, kasian banget Ndo. 


Dan gue bingung sekarang.


Bukan, gue bukan bingung tentang apa yang mau gue tulis. Gue juga bukan bingung tentang Ndo, Elle, apalagi William.

Gue bingung kenapa gue bisa-bisanya iba sama orang lain, sedangkan percintaan gue sendiri belum beres.


Hmm.


Udah ah, lanjut.


***


Tekad Ndo udah bulat. Dia pengen nembak Elle. Lagu udah disiapin, gitar udah diganti senar semuanya (kemaren kan pake Piram*da), dan sekarang ia bingung.

"DIMANA GUE MAU NEMBAK DIA?!" Ndo menjerit.
Nggak teriak juga sih, menjeritnya dalam hati doang.


TAPI SERIUS. DIMANA WOI? *gue ikutan bingung*

Ndo memutar otaknya, "nggak mungkin kalo gue nyamperin ke rumahnya lagi," dia nggak mau dikasih recehan lagi, (meskipun waktu itu bermanfaat banget buat ongkos pulang) dia mau.... Elle nerima dia, sebagai teman lah minimal. Diajak masuk, dikasih minum, ngobrol.


Ndo mikir lagi.


"Nggak mungkin juga kalo gue nyanyi di sekolah dia," dia ngomong sendiri, "pasti gue disorakin," katanya lemas.

"Dan nggak mungkin juga gue ajak dia ketemuan...." Ndo bergumam. "Eh, tunggu, mungkin boleh juga ngajak dia ketemu."


Udah seneng dapet ide, Ndo kegirangan. Tapi tiba-tiba dia diem lagi.


"By the way...gimana caranya gue NGAJAK KETEMUAN?" Ndo langsung meraih HP nya. Nomor Elle udah dihapus, tepat pada saat Elle pulang sama anak anak sekolahnya dari Klaten. Ndo memang galau banget waktu itu.

Gengsi mau minta nomernya lagi, Ndo beralih ke Twitternya yang-sebenernya-dibuat-cuma-buat-nge-stalk-timeline-nya-Elle. Tapi kali ini dia nge DM Elle. Dia takut mentionnya dibaca anak-anak lain.


NDO >  Hai Elle... apa kabar? Ini gue Ndo (Ndo nyebutin nama, in case kalo Elle lupa lagi). Hmmmm lagi liburan kemana ni? 

Sampai dua hari berlalu, Elle belum menjawab. Hingga tiba pada hari ketiga, Ndo kegirangan.

ELLE > Hmm baik kok. (Elle gak nanya kabar balik!) Gue baru aja pulang dari rumah sodara... Hmm kenapa? Kok lu tau twitter gue?

Jleb. "DARI DULU GUE FOLLOW ELU KALI..." Ndo menjerit.

Ndo berusaha bersikap baik.

NDO > Eh iya, gapapa kok. Dari dulu gue tau kali...He..he..he.. *ini ketawa apa kesedek* Oh gitu, berarti, bisa ketemuan? Ada Nath juga, lu ajak siapa kek gitu gapapa kok :))))) *smiley overload*

ELLE > Oh, gitu.. Iyasih gue lagi di rumah sekarang. Ketemuan buat apa? Tumben.

Elle kayaknya curiga.

NDO > Ya, gapapa sih... Hehehe.. Lu gak mau ya?

ELLE > Bukan gitu --' Aneh aja.

Ndo diem lagi. Mangap. Suasana mendadak hening.


"Elle, lu baru tau kalo orang yang jatuh cinta bakal berubah jadi aneh?"



Akankah Ndo berhasil mengajak Elle bertemu? Dan apakah rencana Ndo berhasil. Wait for the next sequel!