Hi!
Probably it takes me months,or years to realize that my blog is still active.
Still active, and I haven't updated such things here.. maybe since 2 years ago.
2 years. Wow.
My last post was created in March 2013.
And today, it's 2014. December...
Too many stories I've been through, from the sweet to the bitter ones, and I feel like a very different person right now.
But not very different, I am still me. One kind of human who still make mistakes, and also.. my character, my hobby, my weird habits, and my dreams.
You know I've been graduated from High School. I can't describe you how happy I am to leave high school, though I actually miss the atmosphere. Maybe just some moments, some people, and some kind of activities that I hardly find here. But one thing for sure, I don't need to study History..... and Civics....... and also some stuffs I REALLY DISLIKE haha! I feel like enjoying things here, except my-very-good-ability at time management.
But no, I don't really feel like enjoying things here. I actually dislike the fact that I am one of the minority, you know, when you feel like you can't step any further because of stuff like social barrier. No, maybe it's not that deep, but sometimes I feel like that. When I believe in myself that I can, I just can't do that because no one believes. Sad, but I don't want to be sad. I believe my presence here is one of His design for my life, and I don't need to worry that I may lose chance for something good.
Maybe that's enough, I need to do some work. Bye!
Wednesday, December 3, 2014
Friday, March 1, 2013
before it burns and gets hotter ;)
Banyak orang yang berusaha untuk mendefinisikan apa itu "MUNAFIK".
Setiap denger kata ini, anak muda pasti langsung menuju pada pikiran tentang seseorang yang pandai bersilat lidah sama teman-temannya, kayak pura-pura baik sama seseorang yang dia nggak suka. Atau tentang orang yang nggak bisa buktiin omongannya sendiri.
Dalam bahasa inggris, ada 2 kata yang bisa mendefinisikan MUNAFIK sendiri, yaitu "hypocrite" dan "two-faced". Sebenernya sekilas bisa memiliki makna yang sama, tetapi sebenernya dua kata ini bisa menjadi dasar gimana munafik itu sendiri digolongkan.
Hypocrite itu adalah suatu sifat dimana seseorang, secara tak sadar sih biasanya, sering memberikan wejangan atau perkataan mulia sama teman-temannya, berupa anjuran, nasihat, petunjuk hidup, tetapi dia sendiri justru melanggar filosofi atau perkataannya sendiri. Contohnya gini, kamu punya temen yang selalu bilang, "jangan nge gosip ah, nggak baik." Tapi dia sendiri adalah orang yang paling semangat kalau temen-temennya lagi ngerumpi.
Sedangkan, two-faced, ya sesuai namanya lah, adalah orang-orang bermuka dua yang gemar memakai topeng tentunya. Mereka ini mungkin sering dikejar kejar agensi sinetron karena pinter akting. Mereka bisa mengubah sikap atau bahkan kayak bunglon, menyesuaikan diri dengan siapa dia berbicara, jadi pendapat orang tentang dia bisa berbeda-beda. Misalkan, di depan si A, dia sosok yang ramah, sopan, mungkin karena si A itu anak beken yang dia agak takuti, tapi kalau di depan B, dia berubah jadi sok eksis, sok iye. sok ide atau sok-sokan lainnya deh , atau di depan sahabat-sahabatnya ia bisa aja ngomongin kejelekan si A, orang yang dia bela-belain sampe harus berperilaku unyu dan baik. Paling parahnya nih, kalau udah tingkat dewa, bisa aja dia saling jelek-jelekin anggota geng nya sendiri ke orang lain *ups*
Meski agak beda, tapi ada satu hal yang menjadi persamaan kedua tipe ini. Yaitu dimana seseorang pasti nggak bisa berperilaku dengana apa yang ada di hati dan pikirannya. Alasannya juga bisa ada dua, loh. Satu karena pencitraan, satu lagi karena ia memang pengen jaga perasaan orang lain.
Gak pengen munafik, gue sebenernya nggak suka bersikap kayak gini, tetapi gue pernah kok. Gue pernah pura-pura friendly sama orang yang gue nggak suka, cuman supaya dia nggak merasa nelangsa aja. Yah, gue juga sebenernya nggak mau juga kalau ada orang lain yang bersikap demikian sama gue, rasanya kan kayak ngeboongin gitu. Tapi, nggak bisa dipungkiri kalau terkadang kita harus begitu, dengan diam-diam menyimpan perasaan tidak suka begitu memang nggak sehat sih, tapi kalau masalahnya cuma sepele, mungkin karena dia agak cerewet, kita harus tetep maklumin kan? Dengan demikian kita bisa belajar untuk memaafkan juga.
Tapi... kalau udah menyangkut pencitraan nih.... itu yang kayaknya udah berat deh. Contohnya, kamu bersikap baik sama semua orang karena pengen eksis atau dianggap beken, termasuk sama orang yang kamu nggak begitu suka sampai orang yang kamu bencinya udah akut parah bener, deh. Dengan demikian kamu berharap agar semua pihak menilai kamu "bersih" karena kamu berusaha untuk memihak siapapun.
Padahal, siapa yang sebenernya rugi sih? Ya, mungkin kamu pikir itu safe dan sah sah aja selama NGGAK KETAHUAN, kan? Dan sekarang pikir, siapa yang kamu boongin? Nggak cuma temen-temen kamu, kamu sendiri udah ngeboongin diri kamu sendiri karena kamu membiarkan jati diri dan karakter kamu nggak tampak dan berkembang, sebab kamu akan selalu menjadi sosok yang berbeda bagi orang yang satu dengan yang lain. Kamu bagi si A berada di pihaknya untuk melawan B, namun bagi B kamu adalah kawan untuk menyerang A. Jamin deh, kalau suatu saat kamu seperti tupai yang jatuh dari lompatan tingginya, nggak ada lagi yang bakal percaya sama kamu. Siapa yang hidupnya paling menyedihkan? ;)
Gue juga nggak ahli mempraktekkan ini, tetapi sebelum kita dewasa dan sebelum karakter ini tertanam kuat, cobalah bijak menghadapi konflik. Nggak perlu menyalakan api, kalau ada temen yang lagi kesel, ya jangan siram minyak tanah lagi. Blak-blakan kalau perlu, kamu ada di pihak mana. Pilih pihak yang benar. Kalau kamu merasa temen kamu itu salah, ya nasihati, itu tugas seorang sahabat kan? Kalau ada yang menjelek-jelekkan sahabat kamu, kamu tega untuk ikut bersama komplotan mereka?
Satu hal yang gue pegang teguh hari ini adalah, orang yang baik akan selalu menang. Memang kemenangan itu nggak selalu mudah. Boleh ketawa deh, gue udah nonton banyak film yang mengangkat pesan ini, dan meski gue terlihat seperti muluk-muluk, tetapi gue percaya mereka yang benar akan selalu menang, karena kejahatan itu seperti kentang yang dibawa kemana-mana, suatu saat akan busuk dan baunya pasti akan tercium.
jadi kalau kamu cukup menyayangi dirimu sendiri, janganlah menyia-nyiakan hidup untuk hal yang merugikan diri dan orang lain. masih belum terlambat kok untuk berubah :)
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Yakobus 1:8
Setiap denger kata ini, anak muda pasti langsung menuju pada pikiran tentang seseorang yang pandai bersilat lidah sama teman-temannya, kayak pura-pura baik sama seseorang yang dia nggak suka. Atau tentang orang yang nggak bisa buktiin omongannya sendiri.
Dalam bahasa inggris, ada 2 kata yang bisa mendefinisikan MUNAFIK sendiri, yaitu "hypocrite" dan "two-faced". Sebenernya sekilas bisa memiliki makna yang sama, tetapi sebenernya dua kata ini bisa menjadi dasar gimana munafik itu sendiri digolongkan.
Hypocrite itu adalah suatu sifat dimana seseorang, secara tak sadar sih biasanya, sering memberikan wejangan atau perkataan mulia sama teman-temannya, berupa anjuran, nasihat, petunjuk hidup, tetapi dia sendiri justru melanggar filosofi atau perkataannya sendiri. Contohnya gini, kamu punya temen yang selalu bilang, "jangan nge gosip ah, nggak baik." Tapi dia sendiri adalah orang yang paling semangat kalau temen-temennya lagi ngerumpi.
Sedangkan, two-faced, ya sesuai namanya lah, adalah orang-orang bermuka dua yang gemar memakai topeng tentunya. Mereka ini mungkin sering dikejar kejar agensi sinetron karena pinter akting. Mereka bisa mengubah sikap atau bahkan kayak bunglon, menyesuaikan diri dengan siapa dia berbicara, jadi pendapat orang tentang dia bisa berbeda-beda. Misalkan, di depan si A, dia sosok yang ramah, sopan, mungkin karena si A itu anak beken yang dia agak takuti, tapi kalau di depan B, dia berubah jadi sok eksis, sok iye. sok ide atau sok-sokan lainnya deh , atau di depan sahabat-sahabatnya ia bisa aja ngomongin kejelekan si A, orang yang dia bela-belain sampe harus berperilaku unyu dan baik. Paling parahnya nih, kalau udah tingkat dewa, bisa aja dia saling jelek-jelekin anggota geng nya sendiri ke orang lain *ups*
Meski agak beda, tapi ada satu hal yang menjadi persamaan kedua tipe ini. Yaitu dimana seseorang pasti nggak bisa berperilaku dengana apa yang ada di hati dan pikirannya. Alasannya juga bisa ada dua, loh. Satu karena pencitraan, satu lagi karena ia memang pengen jaga perasaan orang lain.
Gak pengen munafik, gue sebenernya nggak suka bersikap kayak gini, tetapi gue pernah kok. Gue pernah pura-pura friendly sama orang yang gue nggak suka, cuman supaya dia nggak merasa nelangsa aja. Yah, gue juga sebenernya nggak mau juga kalau ada orang lain yang bersikap demikian sama gue, rasanya kan kayak ngeboongin gitu. Tapi, nggak bisa dipungkiri kalau terkadang kita harus begitu, dengan diam-diam menyimpan perasaan tidak suka begitu memang nggak sehat sih, tapi kalau masalahnya cuma sepele, mungkin karena dia agak cerewet, kita harus tetep maklumin kan? Dengan demikian kita bisa belajar untuk memaafkan juga.
Tapi... kalau udah menyangkut pencitraan nih.... itu yang kayaknya udah berat deh. Contohnya, kamu bersikap baik sama semua orang karena pengen eksis atau dianggap beken, termasuk sama orang yang kamu nggak begitu suka sampai orang yang kamu bencinya udah akut parah bener, deh. Dengan demikian kamu berharap agar semua pihak menilai kamu "bersih" karena kamu berusaha untuk memihak siapapun.
Padahal, siapa yang sebenernya rugi sih? Ya, mungkin kamu pikir itu safe dan sah sah aja selama NGGAK KETAHUAN, kan? Dan sekarang pikir, siapa yang kamu boongin? Nggak cuma temen-temen kamu, kamu sendiri udah ngeboongin diri kamu sendiri karena kamu membiarkan jati diri dan karakter kamu nggak tampak dan berkembang, sebab kamu akan selalu menjadi sosok yang berbeda bagi orang yang satu dengan yang lain. Kamu bagi si A berada di pihaknya untuk melawan B, namun bagi B kamu adalah kawan untuk menyerang A. Jamin deh, kalau suatu saat kamu seperti tupai yang jatuh dari lompatan tingginya, nggak ada lagi yang bakal percaya sama kamu. Siapa yang hidupnya paling menyedihkan? ;)
Gue juga nggak ahli mempraktekkan ini, tetapi sebelum kita dewasa dan sebelum karakter ini tertanam kuat, cobalah bijak menghadapi konflik. Nggak perlu menyalakan api, kalau ada temen yang lagi kesel, ya jangan siram minyak tanah lagi. Blak-blakan kalau perlu, kamu ada di pihak mana. Pilih pihak yang benar. Kalau kamu merasa temen kamu itu salah, ya nasihati, itu tugas seorang sahabat kan? Kalau ada yang menjelek-jelekkan sahabat kamu, kamu tega untuk ikut bersama komplotan mereka?
Satu hal yang gue pegang teguh hari ini adalah, orang yang baik akan selalu menang. Memang kemenangan itu nggak selalu mudah. Boleh ketawa deh, gue udah nonton banyak film yang mengangkat pesan ini, dan meski gue terlihat seperti muluk-muluk, tetapi gue percaya mereka yang benar akan selalu menang, karena kejahatan itu seperti kentang yang dibawa kemana-mana, suatu saat akan busuk dan baunya pasti akan tercium.
jadi kalau kamu cukup menyayangi dirimu sendiri, janganlah menyia-nyiakan hidup untuk hal yang merugikan diri dan orang lain. masih belum terlambat kok untuk berubah :)
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Yakobus 1:8
Tuesday, December 25, 2012
well.. to make it clear, i write this.
Well, you must be wondering for what I should really write for you. This is the last. Furthermore, I won't take any of my precious time in my life to give you a word. This is the last.
You must be wondering for what I should write here. Well, stupid me, it's been 4 years or more; we've known each other. And also... uhm, I'm too lazy to count, probably since 2010 until the early of 2012 you really drove me like a mad-stupid-lady. But luckily now I've got myself back. I could stand on my feet without any thoughts that I might lose someone anymore.
You should've thought that, I was so stupid, silly, or what - since I waited you for years, but you let those feelings die actually. It's thanks to you, that I couldn't feel any spark anymore- the butterflies once you gave to me are all dead. Probably it scared another living butterflies so I couldn't even like anybody for such a long period time. Yeah, I like some of those guys but it always turned me to you in the end. That was the time for you to laugh, eh?
Okay, to make it simpler I just want to tell you, through this I'll explain why my stupidity ruined you (OH really? did it?). I AM SORRY for letting myself once came into your life and ruined your happiness. You shouldn't be sorry, anyway, please blame my immaturity as a foolish Junior High student when all those crazy things happened. I should've let you go; that was you really really really want me to do, right? So you could flee from the pain without any regrets. I didn't find them in your eyes. That's why it really hit me - that I was the blame on this story.
Well, you might find this as a kind of hatred feelings, but I don't mean that. I DO NOT HATE YOU. In spite, I AM SORRY, in order to keep your pride high as A MAN. (lol this). Also I won't bring this up to any conversation between you and me; in case if we accidentally meet up, and yeah.. just like you've done before, just pretend that there was nothing between us, nothing to remember nor forget. I've learned too much and it's really thanks to you for making me grow up :)
Just remember our old days when we were friends. Uhm... but really, were we? ;)
So I don't want you to misunderstand any of what I've done, really, if this situation fits the best to you, so just stay. I don't want to add any names to my enemy list lol.
I heard you've found a new one? Good for you.
Good bye.
Monday, August 13, 2012
RESULT vs PROGRESS
Finally... setelah sekian lama hampir tenggelam di lautan buku, gue akhirnya bisa nge blog, ngeluapin semua uneg-uneg yang penuuuuuuuuuuh banget di kepala.
Jujur aja hari ini I feel terrible, worn out and even I don't want to explain why. Ditampar, jatuh, keinjek injek dan merasa kayak loser.
Gue kecewa, karena my efforts are useless. Gue usaha setengah mati, nggak ada yang tahu, tapi nyatanya, gue gagal (this time), dan nggak ada yang mau tahu.
Hidup itu menyakitkan, atau nggak adil ya?
Gue tahu, Tuhan punya rencana, dan tahu porsi yang tepat untuk umat-Nya, meski di mata kita nggak adil, tapi Ia udah membaginya sama rata. Dan gw bukan bilang kalo Tuhan nggak adil.... hiduplah yang nggak adil, manusia yang nggak adil.
Kenapa usaha gue yang begitu besar, nggak ada yang peduliin, "hanya" karena gue gagal memberi result yang memuaskan? Gue gak minta apa-apa, setidaknya ada yang bersedia memberi gue semangat dan keyakinan kalo gw masih punya hari esok, bukannya makin menenggelamkan gue dalam kesedihan. Segitu kejamkah sifat asli manusia?
Mungkin....kalian pasti juga pernah ngerasa yang sama, udah belajar setengah mati, siang-malem, pagi-sore, tapi malah mendapat hasil yang betul-betul mengecewakan, di luar dugaan.
Sebenernya, apa yang membuat manusia lebih menghargai result daripada progress? Gue sebenernya bingung, orang-orang terpelajar, guru, bahkan orangtua kita seringkali bilang :" PROSES itu penting, lebih penting dari apapun, jangan lihat hasilnya, tapi PROSES!" Nyatanya, hal itu cuma omongan belaka. Lo dapet nilai jelek, terus guru lo bakal percaya kalo lo bilang "SAYA BELAJAR MATI-MATIAN BU!". Jarang bangeeeeet yang bisa mengerti keadaan lo, sisanya bakal ngasih lo sesi ceramah singkat yang malah menurunkan confidence lo sendiri.
Gue tahu, ini pasti dikarenakan budaya kita yang memang lebih MENYUARAKAN atau lebih tepatnya MEMBANGGKAN suatu hasil daripada proses, mereka pikir bahwa suatu proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula, ya kalimat matematikanya ya seperti ini: PROSES BERBANDING LURUS DENGAN HASIL. Contohnya, selama ini kita menggunakan ijazah untuk melihat keberhasilan seseorang di masa sekolah, begitu liat ada yang NEM nya tinggi, kebanyakan dari kita langsung berasumsi kalau mereka memiliki 3 tahun masa sekolah yang baik, prestasi mulus dan lancar. Padahal, siapa yang tahu? Banyak kok kejadian anak-anak yang waktu sebelum UAN nilainya acakadut, terus pas mau deket-deket UAN mereka fighting, belajar giat sampe akhirnya bisa jadi nomer 1. Dan ada juga orang yang dari kelas 1 nilainya mulus-mulus, tapi pas UAN malah bisa nggak lulus! Darimana kita bisa tahu kalo result mereka benar-benar menggambarkan proses? Oke untuk case pertama kita bisa melihat kalau proses yang dilakukannya itu terjadi secara instan, karena memang adanya keinginan untuk lulus. Terus, untuk case ke dua, memang dia gagal di UAN, tapi apa kita bisa nge-judge kalo ia bodoh? Kalau ia selama ini nggak serius sekolah?
Ada beberapa faktor yang membuat suatu proses justru berlawanan sama result, dulu guru SMP gue suka bilang itu namanya FAKTOR X. Contoh: masalah psikologis, kurangnya confidence, kondisi fisik, dan lainnya. Dan faktor-faktor ini memang seringkali dijadikan alasan atas kegagalan seseorang. Tapi siapa yang tahu, siapa yang dapat menyangka dan siapa yang INGIN mengalami hal-hal tersebut? Kadang faktor-faktor itu datangnya tak terduga, lalu siapa yang mau disalahkan?
Disini gue bukannya mau belain diri gue sendiri, terlebih karena GUE KECEWA karena merasa nggak ada yang bisa mengerti, memahami dan mempercayai kalo gue BERUSAHA. Gue cuma mau menggambarkan kalau sekarang ini manusia semakin nggak menghargai progress, karena ya seperti gue bilang, paradigma mereka udah dikuasai oleh keyakinan bahwa suatu hasil yang baik berasal dari proses yang baik pula.
Gue cuma mau tanya,
kalau misalkan kalian ada di posisi, dimana kalian udah berusaha, berdoa, berserah,
terus jatuh, gak berhasil (meski untuk kali itu saja),
bisakah kalian mencari siapa yang salah?
Diri sendiri? Padahal kan udah usaha. Tuhan? Nggak mungkin.
Terus siapa yang salah?
Mungkin jawabannya cuma satu.
Itulah rencana Tuhan, He plans, He decides as His will upon us to be fulfilled. Mungkin kita harus mengambil pelajaran..... ya, seperti yang gue lakukan sekarang.
Jujur aja hari ini I feel terrible, worn out and even I don't want to explain why. Ditampar, jatuh, keinjek injek dan merasa kayak loser.
Gue kecewa, karena my efforts are useless. Gue usaha setengah mati, nggak ada yang tahu, tapi nyatanya, gue gagal (this time), dan nggak ada yang mau tahu.
Hidup itu menyakitkan, atau nggak adil ya?
Gue tahu, Tuhan punya rencana, dan tahu porsi yang tepat untuk umat-Nya, meski di mata kita nggak adil, tapi Ia udah membaginya sama rata. Dan gw bukan bilang kalo Tuhan nggak adil.... hiduplah yang nggak adil, manusia yang nggak adil.
Kenapa usaha gue yang begitu besar, nggak ada yang peduliin, "hanya" karena gue gagal memberi result yang memuaskan? Gue gak minta apa-apa, setidaknya ada yang bersedia memberi gue semangat dan keyakinan kalo gw masih punya hari esok, bukannya makin menenggelamkan gue dalam kesedihan. Segitu kejamkah sifat asli manusia?
Mungkin....kalian pasti juga pernah ngerasa yang sama, udah belajar setengah mati, siang-malem, pagi-sore, tapi malah mendapat hasil yang betul-betul mengecewakan, di luar dugaan.
Sebenernya, apa yang membuat manusia lebih menghargai result daripada progress? Gue sebenernya bingung, orang-orang terpelajar, guru, bahkan orangtua kita seringkali bilang :" PROSES itu penting, lebih penting dari apapun, jangan lihat hasilnya, tapi PROSES!" Nyatanya, hal itu cuma omongan belaka. Lo dapet nilai jelek, terus guru lo bakal percaya kalo lo bilang "SAYA BELAJAR MATI-MATIAN BU!". Jarang bangeeeeet yang bisa mengerti keadaan lo, sisanya bakal ngasih lo sesi ceramah singkat yang malah menurunkan confidence lo sendiri.
Gue tahu, ini pasti dikarenakan budaya kita yang memang lebih MENYUARAKAN atau lebih tepatnya MEMBANGGKAN suatu hasil daripada proses, mereka pikir bahwa suatu proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula, ya kalimat matematikanya ya seperti ini: PROSES BERBANDING LURUS DENGAN HASIL. Contohnya, selama ini kita menggunakan ijazah untuk melihat keberhasilan seseorang di masa sekolah, begitu liat ada yang NEM nya tinggi, kebanyakan dari kita langsung berasumsi kalau mereka memiliki 3 tahun masa sekolah yang baik, prestasi mulus dan lancar. Padahal, siapa yang tahu? Banyak kok kejadian anak-anak yang waktu sebelum UAN nilainya acakadut, terus pas mau deket-deket UAN mereka fighting, belajar giat sampe akhirnya bisa jadi nomer 1. Dan ada juga orang yang dari kelas 1 nilainya mulus-mulus, tapi pas UAN malah bisa nggak lulus! Darimana kita bisa tahu kalo result mereka benar-benar menggambarkan proses? Oke untuk case pertama kita bisa melihat kalau proses yang dilakukannya itu terjadi secara instan, karena memang adanya keinginan untuk lulus. Terus, untuk case ke dua, memang dia gagal di UAN, tapi apa kita bisa nge-judge kalo ia bodoh? Kalau ia selama ini nggak serius sekolah?
Ada beberapa faktor yang membuat suatu proses justru berlawanan sama result, dulu guru SMP gue suka bilang itu namanya FAKTOR X. Contoh: masalah psikologis, kurangnya confidence, kondisi fisik, dan lainnya. Dan faktor-faktor ini memang seringkali dijadikan alasan atas kegagalan seseorang. Tapi siapa yang tahu, siapa yang dapat menyangka dan siapa yang INGIN mengalami hal-hal tersebut? Kadang faktor-faktor itu datangnya tak terduga, lalu siapa yang mau disalahkan?
Disini gue bukannya mau belain diri gue sendiri, terlebih karena GUE KECEWA karena merasa nggak ada yang bisa mengerti, memahami dan mempercayai kalo gue BERUSAHA. Gue cuma mau menggambarkan kalau sekarang ini manusia semakin nggak menghargai progress, karena ya seperti gue bilang, paradigma mereka udah dikuasai oleh keyakinan bahwa suatu hasil yang baik berasal dari proses yang baik pula.
Gue cuma mau tanya,
kalau misalkan kalian ada di posisi, dimana kalian udah berusaha, berdoa, berserah,
terus jatuh, gak berhasil (meski untuk kali itu saja),
bisakah kalian mencari siapa yang salah?
Diri sendiri? Padahal kan udah usaha. Tuhan? Nggak mungkin.
Terus siapa yang salah?
Mungkin jawabannya cuma satu.
Itulah rencana Tuhan, He plans, He decides as His will upon us to be fulfilled. Mungkin kita harus mengambil pelajaran..... ya, seperti yang gue lakukan sekarang.
Friday, July 27, 2012
When we (once) talked
Setelah membaca post dari William, kita pasti tahu Ndo memang sudah mulai membuka mata terhadap peradaban modern. Yak saudara-saudara, hape smartfren-mini-yang-nada-deringnya-masih-tenenet-nonet itu telah berubah menjadi blekberi.
Sebagai bukti, lihat ini.
"Knew the signs
Wasn't right
I was stupid for a while
Swept away by you
And now I feel like a fool
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?"
Sebagai bukti, lihat ini.
Gambar di atas adalah hasil screenshoot dari chat antara William dan Ndo. Selain membuktikan kalau Ndo udah pake BB (ya, gue tahu display picture(DP)nya masih lebih bagus dari face aslinya), Ndo kayaknya udah capek, atau lebih tepatnya eneg, atau lebih tepatnya udah kesel, atau lebih tepatnya lagi pengen ngebakar gue dan Willi hidup-hidup karena udah memperburuk martabat dia lewat post-post di blog kita berdua selama ini.
Untungnya jawaban William itu tepat banget. Tepat karena dia jujur. Jujur karena..... gue ngalamin hal yang sama. Jujur karena....... gue juga gak bisa, menulis hal yang bagus tentang Ndo. Pernah gue coba sekali, tapi pas gue baca ulang, tetep aja ada unsur hinaannya.
Gue tahu perasaan lu, brodah.
Ambil sisi baiknya, semoga aja di luar sana banyak yang doain lu supaya bisa dapetin Elle.
Sorry Ndo, kalo kita nulis yang baik-baik tentang lo, gue takut post yang gue dan William tulis jadi gak menarik. #kesadisanjiwapenulis. Kreatif dan gila itu beda tipis.
Remaja memang hidup dalam kebrutalan. You should know it, Ndo.
***
Ndo bingung banget, bukannya seneng karena udah dapet pin Elle, dia semakin kacau, bimbang, dan dilema.Setiap menit dia mengamati BB nya, mengecek apakah Elle mengganti DP nya, dan selalu menyimpan setiap foto yang Elle pasang sebagai DP, termasuk foto monyet joget-joget dalam bentuk gif. Akibatnya, Ndo kelabakan, PR ia kerjakan secara kilat, hasilnya pun kacau. Sekolah nggak konsen, dia selalu curi-curi kesempatan buat nge-cek Recent Updates (RU), kapanpun, dimanapun, selalu membuka profile BBM Elle yang sebenernya nggak berubah banyak, kecuali DP nya yang hampir diganti tiap hari. Elle gak sadar, dengan kehadiran Ndo di contactnya, cepat atau lambat akan membahayakan masa depannya.
Kebingungan itu diperparah dengan semangat Ndo untuk "rujuk" (sebenernya bukan rujuk sih, mulai aja belom), maksudnya untuk mengejar cintanya lagi. Kenapa gue bilang diperparah? Jelas, Ndo gagal move on (lagi) Itu artinya dia harus muter otak lagi (yang sebenernya udah males buat dipake mikir), mencari cara untuk nembak Elle, properly. Kenapa gue bilang "properly"? Bukan, bukan karena selama ini Ndo selalu nembak dengan cara absurd, tetapi karena dia selalu GAGAL, dan pasti ada aja hambatannya.
Karena pengen dibilang pria, Ndo pengen nyoba lagi. Tapi, dia masih trauma. Pengen bikin lagu, tapi gak ada yang dukung, sekalipun orangtuanya sendiri bilang kalo dia bisa memperburuk industri musik Indonesia yang-udah-rusak-sama-boyband-girlband-kacangan. Hidup terasa begitu berat...
***
Malem itu Ndo abis ngerjain PR *tumben*, abis itu dia berleha-leha di kasur sambil megang hape. Iseng-iseng (berhadiah) ngecek RU, ternyata MB lagi pasang status "BBM krik bgt --" chat kek siapa gitu" Ndo yang tadinya mau tidur langsung bangun. Sebenernya mungkin aja si Elle lagi berharap cowok yang ia SUKA mau chatting sama dia (literally, bukan Ndo yang ia inginkan.)
Dengan modal nekat, ia memulai conversation nya dengan Elle.
Ndo > Eh... apa kabar?
Elle > Siapa nih? (ELLE LUPA LAGI. Jelas karena si Ndo masang nama "CHRIS" di display name)
Ndo diam. Pengen banting hape, atau pengen getokin hapenya pake palu, tiba-tiba keinget pesen bokapnya pas dikasih BB, "nih terakhir kalinya gue kasih barang bagus."
Baru Ndo mau meng-end chat conversation itu, tiba-tiba Elle membalas.
Elle > Oh, lu Ndo ya? Maaf baru inget --
Ndo kegirangan bukan main.
Ndo > Eh iya gak apa-apa kok :) santai aja kali :D hehehe :p hmmm, lagi bosen yaah? :|
kode dalam chatting #203 -> Terlalu banyak smiley adalah pertanda: 1.) genit- lagi cari perhatian 2.) lagi kegirangan 3.) sok asik 4) baru belajar pake hape.
Elle > Hmm.. nggak juga sih.
Ndo > Oh hehehe... (Ndo pengen banget ngomong: "lu lagi pengen chatting kan? gue adalah orang yang tepat untuk itu") anyway, gimana nih di sekolah? :D
Elle > Fine kok, eh udah ya bentar lagi hape gw mati, lowbat. Mau nge charge.
Ndo > Oh... oke... :) hehehehe :D
Meskipun Elle terlihat kurang interested, Ndo udah seneng bisa ngobrol, ya istilahnya melepas rindu.
Sekitar 20 menit kemudian, Ndo nge cek RU lagi.
Anda tahu apa yang ada di RU?
JELAS JELAS DI SITU, ELLE LAGI DENGERIN LAGU CERIBEL. DAN DIA BARUSAN GANTI DP.
KATANYA BENTAR LAGI HAPENYA MATI?!
KATANYA MAU NGE CHARGE?!
"KATANYA......" Ndo bergumam.
Painful love is painful.
Wasn't right
I was stupid for a while
Swept away by you
And now I feel like a fool
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?"
Out of Reach - Gabrielle
Wednesday, July 4, 2012
she will always be.
She looked at the clouds,
remembered how well her dream was last created,
"anything could be possible," she screamed at the crowds.
and her smile was well-portrayed.
The feelings of her mind were away,
didn't know when they would turn back,
they escaped from the tiresome day,
her mind was empty but she remembered her track.
She dreamed that she would sit on those clouds someday,
how life set her free, how she could fly.
Well, she had no wings that she couldn't pay.
She had her own dream, she would try.
She heard that somebody would steal her dreams,
They who didn't know how to live.
Happiness was died, fear played its roles.
She was finally able to beat 'em and she learned a lot why she could survive.
It's all because of dreams.
She used to be me, and she will always be.
Tuesday, July 3, 2012
A begin to an end.
Yak, setelah tadi baca post dari William, now I've got the point.
Oke, pertama, memang gue akui ini bener-bener gila, sebagai ralat juga, emang gue sama Willi buat cerita gila ini dari awal kelas 9 - sampe sekarang, udah naik kelas 11!
Tapi itu juga kepotong dengan sekolah, tugas, sekolah, tugas, daaan lainnya yang gue gak pengen sebutin satu-persatu. Jelas cuma beberapa post doang, ya meski cuma "beberapa" mungkin.... frankly I say itu semua bener-bener mencerminkan kehidupan Ndo.
Gue lah yang membuat part 1 dan mengawali kisah tragis ini, tentunya inspirasi itu dateng setelah gue baca post William tentang Ndo yang jatuh dari ATV. Gue masih inget gimana gue ngakak keras banget pas baca post itu. Ya, sadis memang, tapi dramatisir si William bener-bener melampaui kisah aslinya (waktu itu gue juga ada pas Ndo cerita pengalaman absurdnya itu), dan semua itu gue luapkan di blog.
Mungkin, William ada benernya, sudah saatnya gue dan dia mengakhiri kegilaan ini. Padahal tadinya gue sempet kepikiran buat ngebuku-in summary dan gabungan dari post gue dan William, itung-itung buat inspirasi anak muda.
Tapi, Ndo aja udah hopeless begitu, masa tetep mau gue lanjutin? Apa lagi yang bisa gue tulis?
Jujur, gue kasian ama Ndo.
Gimana nggak? Ya, gue tahu di luar sana banyak yang jadi penggemar Elle. Ada yang mukanya memadai, ya- maksud gue ganteng, ada yang sok ganteng, ada yang belum ganteng (baca: kurang memadai), dan mungkin Ndo masuk di golongan terakhir. Semua punya effort sendiri - seperti pria pada umumnya : CAPER - untuk dapetin hati Elle. Gak sedikit yang berhasil, tapi ada juga yang bisa dapetin hati Elle meski cuma numpang lewat lah istilahnya. Nah, Ndo, boro-boro numpang lewat di hati Elle, dia aja gak bisa ngedapetin perhatiannya sedikiiiit aja.
Berkali-kali Ndo mencoba, dia selalu gagal. Herannya, dia gigih banget. Pas perpisahan di pantai, dia ikut dateng, pas Live In di Klaten, dia berusaha nyamperin. Seolah-olah Ndo selalu mencari dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk ketemu Elle. Dan Elle nya............ gak tahu itu semua.
Ya sebagai teman kita pengen support dia untuk nembak. Minimal si Elle tau lah. Tapi gue pikir... hal itu cuma bikin sakit hati aja, jelas gak ada harapan lagi. Bukannya pesimis, tapi terkadang kita harus rasional dalam bertindak.
Orang bilang kita gak boleh menyerah, tapi apa gunanya memaksakan diri?
Ibaratnya, itu bukan jalannya. Jangan dipaksa atau akibatnya malah jauh lebih buruk.
Agak sedih pas baca post William tadi, kasian banget Ndo.
Dan gue bingung sekarang.
Bukan, gue bukan bingung tentang apa yang mau gue tulis. Gue juga bukan bingung tentang Ndo, Elle, apalagi William.
Gue bingung kenapa gue bisa-bisanya iba sama orang lain, sedangkan percintaan gue sendiri belum beres.
Hmm.
Udah ah, lanjut.
***
Tekad Ndo udah bulat. Dia pengen nembak Elle. Lagu udah disiapin, gitar udah diganti senar semuanya (kemaren kan pake Piram*da), dan sekarang ia bingung.
"DIMANA GUE MAU NEMBAK DIA?!" Ndo menjerit.
Nggak teriak juga sih, menjeritnya dalam hati doang.
TAPI SERIUS. DIMANA WOI? *gue ikutan bingung*
Ndo memutar otaknya, "nggak mungkin kalo gue nyamperin ke rumahnya lagi," dia nggak mau dikasih recehan lagi, (meskipun waktu itu bermanfaat banget buat ongkos pulang) dia mau.... Elle nerima dia, sebagai teman lah minimal. Diajak masuk, dikasih minum, ngobrol.
Ndo mikir lagi.
"Nggak mungkin juga kalo gue nyanyi di sekolah dia," dia ngomong sendiri, "pasti gue disorakin," katanya lemas.
"Dan nggak mungkin juga gue ajak dia ketemuan...." Ndo bergumam. "Eh, tunggu, mungkin boleh juga ngajak dia ketemu."
Udah seneng dapet ide, Ndo kegirangan. Tapi tiba-tiba dia diem lagi.
"By the way...gimana caranya gue NGAJAK KETEMUAN?" Ndo langsung meraih HP nya. Nomor Elle udah dihapus, tepat pada saat Elle pulang sama anak anak sekolahnya dari Klaten. Ndo memang galau banget waktu itu.
Gengsi mau minta nomernya lagi, Ndo beralih ke Twitternya yang-sebenernya-dibuat-cuma-buat-nge-stalk-timeline-nya-Elle. Tapi kali ini dia nge DM Elle. Dia takut mentionnya dibaca anak-anak lain.
NDO > Hai Elle... apa kabar? Ini gue Ndo (Ndo nyebutin nama, in case kalo Elle lupa lagi). Hmmmm lagi liburan kemana ni?
Sampai dua hari berlalu, Elle belum menjawab. Hingga tiba pada hari ketiga, Ndo kegirangan.
ELLE > Hmm baik kok. (Elle gak nanya kabar balik!) Gue baru aja pulang dari rumah sodara... Hmm kenapa? Kok lu tau twitter gue?
Jleb. "DARI DULU GUE FOLLOW ELU KALI..." Ndo menjerit.
Ndo berusaha bersikap baik.
NDO > Eh iya, gapapa kok. Dari dulu gue tau kali...He..he..he.. *ini ketawa apa kesedek* Oh gitu, berarti, bisa ketemuan? Ada Nath juga, lu ajak siapa kek gitu gapapa kok :))))) *smiley overload*
ELLE > Oh, gitu.. Iyasih gue lagi di rumah sekarang. Ketemuan buat apa? Tumben.
Elle kayaknya curiga.
NDO > Ya, gapapa sih... Hehehe.. Lu gak mau ya?
ELLE > Bukan gitu --' Aneh aja.
Ndo diem lagi. Mangap. Suasana mendadak hening.
"Elle, lu baru tau kalo orang yang jatuh cinta bakal berubah jadi aneh?"
Akankah Ndo berhasil mengajak Elle bertemu? Dan apakah rencana Ndo berhasil. Wait for the next sequel!
Subscribe to:
Posts (Atom)

