BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Friday, March 1, 2013

before it burns and gets hotter ;)

Banyak orang yang berusaha untuk mendefinisikan apa itu "MUNAFIK".


Setiap denger kata ini, anak muda pasti langsung menuju pada pikiran tentang seseorang yang pandai bersilat lidah sama teman-temannya, kayak pura-pura baik sama seseorang yang dia nggak suka. Atau tentang orang yang nggak bisa buktiin omongannya sendiri.

Dalam bahasa inggris, ada 2 kata yang bisa mendefinisikan MUNAFIK sendiri, yaitu "hypocrite" dan "two-faced". Sebenernya sekilas bisa memiliki makna yang sama, tetapi sebenernya dua kata ini bisa menjadi dasar gimana munafik itu sendiri digolongkan.

Hypocrite itu adalah suatu sifat dimana seseorang, secara tak sadar sih biasanya, sering memberikan wejangan atau perkataan mulia sama teman-temannya, berupa anjuran, nasihat, petunjuk hidup, tetapi dia sendiri justru melanggar filosofi atau perkataannya sendiri. Contohnya gini, kamu punya temen yang selalu bilang, "jangan nge gosip ah, nggak baik." Tapi dia sendiri adalah orang yang paling semangat kalau temen-temennya lagi ngerumpi.

Sedangkan, two-faced, ya sesuai namanya lah, adalah orang-orang bermuka dua yang gemar memakai topeng tentunya. Mereka ini mungkin sering dikejar kejar agensi sinetron karena pinter akting. Mereka bisa mengubah sikap atau bahkan kayak bunglon, menyesuaikan diri dengan siapa dia berbicara, jadi pendapat orang tentang dia bisa berbeda-beda. Misalkan, di depan si A, dia sosok yang ramah, sopan, mungkin karena si A itu anak beken yang dia agak takuti, tapi kalau di depan B, dia berubah jadi sok eksis, sok iye. sok ide atau sok-sokan lainnya deh , atau di depan sahabat-sahabatnya ia bisa aja ngomongin kejelekan si A, orang yang dia bela-belain sampe harus berperilaku unyu dan baik. Paling parahnya nih, kalau udah tingkat dewa, bisa aja dia saling jelek-jelekin anggota geng nya sendiri ke orang lain *ups*


Meski agak beda, tapi ada satu hal yang menjadi persamaan kedua tipe ini. Yaitu dimana seseorang pasti nggak bisa berperilaku dengana apa yang ada di hati dan pikirannya. Alasannya juga bisa ada dua, loh. Satu karena pencitraan, satu lagi karena ia memang pengen jaga perasaan orang lain.

Gak pengen munafik, gue sebenernya nggak suka bersikap kayak gini, tetapi gue pernah kok. Gue pernah pura-pura friendly sama orang yang gue nggak suka, cuman supaya dia nggak merasa nelangsa aja. Yah, gue juga sebenernya nggak mau juga kalau ada orang lain yang bersikap demikian sama gue, rasanya kan kayak ngeboongin gitu. Tapi, nggak bisa dipungkiri kalau terkadang kita harus begitu, dengan diam-diam menyimpan perasaan tidak suka begitu memang nggak sehat sih, tapi kalau masalahnya cuma sepele, mungkin karena dia agak cerewet, kita harus tetep maklumin kan? Dengan demikian kita bisa belajar untuk memaafkan juga.


Tapi... kalau udah menyangkut pencitraan nih.... itu yang kayaknya udah berat deh. Contohnya, kamu bersikap baik sama semua orang karena pengen eksis atau dianggap beken, termasuk sama orang yang kamu nggak begitu suka sampai orang yang kamu bencinya udah akut parah bener, deh. Dengan demikian kamu berharap agar semua pihak menilai kamu "bersih" karena kamu berusaha untuk memihak siapapun. 


Padahal, siapa yang sebenernya rugi sih? Ya, mungkin kamu pikir itu safe dan sah sah aja selama NGGAK KETAHUAN, kan? Dan sekarang pikir, siapa yang kamu boongin? Nggak cuma temen-temen kamu, kamu sendiri udah ngeboongin diri kamu sendiri karena kamu membiarkan jati diri dan karakter kamu nggak tampak dan berkembang, sebab kamu akan selalu menjadi sosok yang berbeda bagi orang yang satu dengan yang lain. Kamu bagi si A berada di pihaknya untuk melawan B, namun bagi B kamu adalah kawan untuk menyerang A. Jamin deh, kalau suatu saat kamu seperti tupai yang jatuh dari lompatan tingginya, nggak ada lagi yang bakal percaya sama kamu. Siapa yang hidupnya paling menyedihkan? ;)

Gue juga nggak ahli mempraktekkan ini, tetapi sebelum kita dewasa dan sebelum karakter ini tertanam kuat, cobalah bijak menghadapi konflik. Nggak perlu menyalakan api, kalau ada temen yang lagi kesel, ya jangan siram minyak tanah lagi. Blak-blakan kalau perlu, kamu ada di pihak mana. Pilih pihak yang benar. Kalau kamu merasa temen kamu itu salah, ya nasihati, itu tugas seorang sahabat kan? Kalau ada yang menjelek-jelekkan sahabat kamu, kamu tega untuk ikut bersama komplotan mereka? 

Satu hal yang gue pegang teguh hari ini adalah, orang yang baik akan selalu menang. Memang kemenangan itu nggak selalu mudah. Boleh ketawa deh, gue udah nonton banyak film yang mengangkat pesan ini, dan meski gue terlihat seperti muluk-muluk, tetapi gue percaya mereka yang benar akan selalu menang, karena kejahatan itu seperti kentang yang dibawa kemana-mana, suatu saat akan busuk dan baunya pasti akan tercium.


jadi kalau kamu cukup menyayangi dirimu sendiri, janganlah menyia-nyiakan hidup untuk hal yang merugikan diri dan orang lain. masih belum terlambat kok untuk berubah :)



Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Yakobus 1:8

Tuesday, December 25, 2012

well.. to make it clear, i write this.

Well, you must be wondering for what I should really write for you. This is the last. Furthermore, I won't take any of my precious time in my life to give you a word. This is the last.

You must be wondering for what I should write here. Well, stupid me, it's been 4 years or more; we've known each other. And also... uhm, I'm too lazy to count, probably since 2010 until the early of 2012 you really drove me like a mad-stupid-lady. But luckily now I've got myself back. I could stand on my feet without any thoughts that I might lose someone anymore.

You should've thought that, I was so stupid, silly, or what - since I waited you for years, but you let those feelings die actually. It's thanks to you, that I couldn't feel any spark anymore- the butterflies once you gave to me are all dead. Probably it scared another living butterflies so I couldn't even like anybody for such a long period time. Yeah, I like some of those guys but it always turned me to you in the end. That was the time for you to laugh, eh?

Okay, to make it simpler I just want to tell you, through this I'll explain why my stupidity ruined you (OH really? did it?). I AM SORRY for letting myself once came into your life and ruined your happiness. You shouldn't be sorry, anyway, please blame my immaturity as a foolish Junior High student when all those crazy things happened. I should've let you go; that was you really really really want me to do, right? So you could flee from the pain without any regrets. I didn't find them in your eyes. That's why it really hit me - that I was the blame on this story.

Well, you might find this as a kind of hatred feelings, but I don't mean that. I DO NOT HATE YOU. In spite, I AM SORRY, in order to keep your pride high as A MAN. (lol this). Also I won't bring this up to any conversation between you and me; in case if we accidentally meet up, and yeah.. just like you've done before, just pretend that there was nothing between us, nothing to remember nor forget. I've learned too much and it's really thanks to you for making me grow up :)

Just remember our old days when we were friends. Uhm... but really, were we? ;)

So I don't want you to misunderstand any of what I've done, really, if this situation fits the best to you, so just stay. I don't want to add any names to my enemy list lol.




I heard you've found a new one? Good for you.




Good bye.

Monday, August 13, 2012

RESULT vs PROGRESS

Finally... setelah sekian lama hampir tenggelam di lautan buku, gue akhirnya bisa nge blog, ngeluapin semua uneg-uneg yang penuuuuuuuuuuh banget di kepala.

Jujur aja hari ini I feel terrible, worn out and even I don't want to explain why. Ditampar, jatuh, keinjek injek dan merasa kayak loser.

Gue kecewa, karena my efforts are useless. Gue usaha setengah mati, nggak ada yang tahu, tapi nyatanya, gue gagal (this time), dan nggak ada yang mau tahu.

Hidup itu menyakitkan, atau nggak adil ya?


Gue tahu, Tuhan punya rencana, dan tahu porsi yang tepat untuk umat-Nya, meski di mata kita nggak adil, tapi Ia udah membaginya sama rata. Dan gw bukan bilang kalo Tuhan nggak adil.... hiduplah yang nggak adil, manusia yang nggak adil.
Kenapa usaha gue yang begitu besar, nggak ada yang peduliin, "hanya" karena gue gagal memberi result yang memuaskan? Gue gak minta apa-apa, setidaknya ada yang bersedia memberi gue semangat dan keyakinan kalo gw masih punya hari esok, bukannya makin menenggelamkan gue dalam kesedihan. Segitu kejamkah sifat asli manusia?

Mungkin....kalian pasti juga pernah ngerasa yang sama, udah belajar setengah mati, siang-malem, pagi-sore, tapi malah mendapat hasil yang betul-betul mengecewakan, di luar dugaan.

Sebenernya, apa yang membuat manusia lebih menghargai result daripada progress? Gue sebenernya bingung, orang-orang terpelajar, guru, bahkan orangtua kita seringkali bilang :" PROSES itu penting, lebih penting dari apapun, jangan lihat hasilnya, tapi PROSES!" Nyatanya, hal itu cuma omongan belaka. Lo dapet nilai jelek, terus guru lo bakal percaya kalo lo bilang "SAYA BELAJAR MATI-MATIAN BU!". Jarang bangeeeeet yang bisa mengerti keadaan lo, sisanya bakal ngasih lo sesi ceramah singkat yang malah menurunkan confidence lo sendiri.

Gue tahu, ini pasti dikarenakan budaya kita yang memang lebih MENYUARAKAN atau lebih tepatnya MEMBANGGKAN suatu hasil daripada proses, mereka pikir bahwa suatu proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula, ya kalimat matematikanya ya seperti ini: PROSES BERBANDING LURUS DENGAN HASIL. Contohnya, selama ini kita menggunakan ijazah untuk melihat keberhasilan seseorang di masa sekolah, begitu liat ada yang NEM nya tinggi, kebanyakan dari kita langsung berasumsi kalau mereka memiliki 3 tahun masa sekolah yang baik, prestasi mulus dan lancar. Padahal, siapa yang tahu? Banyak kok kejadian anak-anak yang waktu sebelum UAN nilainya acakadut, terus pas mau deket-deket UAN mereka fighting, belajar giat sampe akhirnya bisa jadi nomer 1. Dan ada juga orang yang dari kelas 1 nilainya mulus-mulus, tapi pas UAN malah bisa nggak lulus! Darimana kita bisa tahu kalo result mereka benar-benar menggambarkan proses? Oke untuk case pertama kita bisa melihat kalau proses yang dilakukannya itu terjadi secara instan, karena memang adanya keinginan  untuk lulus. Terus, untuk case ke dua, memang dia gagal di UAN, tapi apa kita bisa nge-judge kalo ia bodoh? Kalau ia selama ini nggak serius sekolah?

Ada beberapa faktor yang membuat suatu proses justru berlawanan sama result, dulu guru SMP gue suka bilang itu namanya FAKTOR X. Contoh: masalah psikologis, kurangnya confidence, kondisi fisik, dan lainnya. Dan faktor-faktor ini memang seringkali dijadikan alasan atas kegagalan seseorang. Tapi siapa yang tahu, siapa yang dapat menyangka dan siapa yang INGIN mengalami hal-hal tersebut? Kadang faktor-faktor itu datangnya tak terduga, lalu siapa yang mau disalahkan?

Disini gue bukannya mau belain diri gue sendiri, terlebih karena GUE KECEWA karena merasa nggak ada yang bisa mengerti, memahami dan mempercayai kalo gue BERUSAHA. Gue cuma mau menggambarkan kalau sekarang ini manusia semakin nggak menghargai progress, karena ya seperti gue bilang, paradigma mereka udah dikuasai oleh keyakinan bahwa suatu hasil yang baik berasal dari proses yang baik pula.

Gue cuma mau tanya,

kalau misalkan kalian ada di posisi, dimana kalian udah berusaha, berdoa, berserah,
terus jatuh, gak berhasil (meski untuk kali itu saja),
bisakah kalian mencari siapa yang salah?


Diri sendiri? Padahal kan udah usaha. Tuhan? Nggak mungkin.


Terus siapa yang salah?




Mungkin jawabannya cuma satu.





Itulah rencana Tuhan, He plans, He decides as His will upon us to be fulfilled. Mungkin kita harus mengambil pelajaran..... ya, seperti yang gue lakukan sekarang.






Wednesday, July 4, 2012

she will always be.

She looked at the clouds,
remembered how well her dream was last created,
"anything could be possible," she screamed at the crowds.
and her smile was well-portrayed.

The feelings of her mind were away,
didn't know when they would turn back,
they escaped from the tiresome day,
her mind was empty but she remembered her track.

She dreamed that she would sit on those clouds someday,
how life set her free, how she could fly.
Well, she had no wings that she couldn't pay.
She had her own dream, she would try.

She heard that somebody would steal her dreams,
They who didn't know how to live.
Happiness was died, fear played its roles.
She was finally able to beat 'em and she learned a lot why she could survive.


It's all because of dreams.





She used to be me, and she will always be.

Tuesday, July 3, 2012

A begin to an end.

Yak, setelah tadi baca post dari William, now I've got the point.


Oke, pertama, memang gue akui ini bener-bener gila, sebagai ralat juga, emang gue sama Willi buat cerita gila ini dari awal kelas 9 - sampe sekarang, udah naik kelas 11!
Tapi itu juga kepotong dengan sekolah, tugas, sekolah, tugas, daaan lainnya yang gue gak pengen sebutin satu-persatu. Jelas cuma beberapa post doang, ya meski cuma "beberapa" mungkin.... frankly I say itu semua bener-bener mencerminkan kehidupan Ndo.

Gue lah yang membuat part 1 dan mengawali kisah tragis ini, tentunya inspirasi itu dateng setelah gue baca post William tentang Ndo yang jatuh dari ATV. Gue masih inget gimana gue ngakak keras banget pas baca post itu. Ya, sadis memang, tapi dramatisir si William bener-bener melampaui kisah aslinya (waktu itu gue juga ada pas Ndo cerita pengalaman absurdnya itu), dan semua itu gue luapkan di blog. 

Mungkin, William ada benernya, sudah saatnya gue dan dia mengakhiri kegilaan ini. Padahal tadinya gue sempet kepikiran buat ngebuku-in summary dan gabungan dari post gue dan William, itung-itung buat inspirasi anak muda. 

Tapi, Ndo aja udah hopeless begitu, masa tetep mau gue lanjutin? Apa lagi yang bisa gue tulis?


Jujur, gue kasian ama Ndo.

Gimana nggak? Ya, gue tahu di luar sana banyak yang jadi penggemar Elle. Ada yang mukanya memadai, ya- maksud gue ganteng, ada yang sok ganteng, ada yang belum ganteng (baca: kurang memadai), dan mungkin Ndo masuk di golongan terakhir. Semua punya effort sendiri - seperti pria pada umumnya : CAPER - untuk dapetin hati Elle. Gak sedikit yang berhasil, tapi ada juga yang bisa dapetin hati Elle meski cuma numpang lewat lah istilahnya. Nah, Ndo, boro-boro numpang lewat di hati Elle, dia aja gak bisa ngedapetin perhatiannya sedikiiiit aja.

Berkali-kali Ndo mencoba, dia selalu gagal. Herannya, dia gigih banget. Pas perpisahan di pantai, dia ikut dateng, pas Live In di Klaten, dia berusaha nyamperin. Seolah-olah Ndo selalu mencari dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk ketemu Elle. Dan Elle nya............ gak tahu itu semua.

Ya sebagai teman kita pengen support dia untuk nembak. Minimal si Elle tau lah. Tapi gue pikir... hal itu cuma bikin sakit hati aja, jelas gak ada harapan lagi. Bukannya pesimis, tapi terkadang kita harus rasional dalam bertindak.

Orang bilang kita gak boleh menyerah, tapi apa gunanya memaksakan diri?


Ibaratnya, itu bukan jalannya. Jangan dipaksa atau akibatnya malah jauh lebih buruk.


Agak sedih pas baca post William tadi, kasian banget Ndo. 


Dan gue bingung sekarang.


Bukan, gue bukan bingung tentang apa yang mau gue tulis. Gue juga bukan bingung tentang Ndo, Elle, apalagi William.

Gue bingung kenapa gue bisa-bisanya iba sama orang lain, sedangkan percintaan gue sendiri belum beres.


Hmm.


Udah ah, lanjut.


***


Tekad Ndo udah bulat. Dia pengen nembak Elle. Lagu udah disiapin, gitar udah diganti senar semuanya (kemaren kan pake Piram*da), dan sekarang ia bingung.

"DIMANA GUE MAU NEMBAK DIA?!" Ndo menjerit.
Nggak teriak juga sih, menjeritnya dalam hati doang.


TAPI SERIUS. DIMANA WOI? *gue ikutan bingung*

Ndo memutar otaknya, "nggak mungkin kalo gue nyamperin ke rumahnya lagi," dia nggak mau dikasih recehan lagi, (meskipun waktu itu bermanfaat banget buat ongkos pulang) dia mau.... Elle nerima dia, sebagai teman lah minimal. Diajak masuk, dikasih minum, ngobrol.


Ndo mikir lagi.


"Nggak mungkin juga kalo gue nyanyi di sekolah dia," dia ngomong sendiri, "pasti gue disorakin," katanya lemas.

"Dan nggak mungkin juga gue ajak dia ketemuan...." Ndo bergumam. "Eh, tunggu, mungkin boleh juga ngajak dia ketemu."


Udah seneng dapet ide, Ndo kegirangan. Tapi tiba-tiba dia diem lagi.


"By the way...gimana caranya gue NGAJAK KETEMUAN?" Ndo langsung meraih HP nya. Nomor Elle udah dihapus, tepat pada saat Elle pulang sama anak anak sekolahnya dari Klaten. Ndo memang galau banget waktu itu.

Gengsi mau minta nomernya lagi, Ndo beralih ke Twitternya yang-sebenernya-dibuat-cuma-buat-nge-stalk-timeline-nya-Elle. Tapi kali ini dia nge DM Elle. Dia takut mentionnya dibaca anak-anak lain.


NDO >  Hai Elle... apa kabar? Ini gue Ndo (Ndo nyebutin nama, in case kalo Elle lupa lagi). Hmmmm lagi liburan kemana ni? 

Sampai dua hari berlalu, Elle belum menjawab. Hingga tiba pada hari ketiga, Ndo kegirangan.

ELLE > Hmm baik kok. (Elle gak nanya kabar balik!) Gue baru aja pulang dari rumah sodara... Hmm kenapa? Kok lu tau twitter gue?

Jleb. "DARI DULU GUE FOLLOW ELU KALI..." Ndo menjerit.

Ndo berusaha bersikap baik.

NDO > Eh iya, gapapa kok. Dari dulu gue tau kali...He..he..he.. *ini ketawa apa kesedek* Oh gitu, berarti, bisa ketemuan? Ada Nath juga, lu ajak siapa kek gitu gapapa kok :))))) *smiley overload*

ELLE > Oh, gitu.. Iyasih gue lagi di rumah sekarang. Ketemuan buat apa? Tumben.

Elle kayaknya curiga.

NDO > Ya, gapapa sih... Hehehe.. Lu gak mau ya?

ELLE > Bukan gitu --' Aneh aja.

Ndo diem lagi. Mangap. Suasana mendadak hening.


"Elle, lu baru tau kalo orang yang jatuh cinta bakal berubah jadi aneh?"



Akankah Ndo berhasil mengajak Elle bertemu? Dan apakah rencana Ndo berhasil. Wait for the next sequel!





Monday, June 18, 2012







HAPPINESS
is not something you have to buy. 
Create it by yourself!





-tharie

Before you start to forget.

HEY! I miss the blogsphere here.. *sniffing* and yeah, the holiday begins! So this time I don't want to waste these precious and "holy" days to relax and do stuffs that should be postponed before.
Okay, last Saturday I received my report card. Really, I thank Jesus and people who keep burning my spirit during the schooldays! Even more, I still can't believe that Year Ten is finally over. Now I'm a 11th grader! One year feels so fast, eh?

And so, here I post some photos during "Live In" that held in Klaten. Stefhanie and MB were my housemates, the three of us keep pestering "our foster mother" LOL! Frankly I have to say that, "Live In" really works for me to see my life in a new light. Though there are some drawbacks in technical procedure and unorganized schedule.... well, so far it's okay.

see?
Hmm I'm not going to report every single thing I did during the 10 days, here I want to share things I had to deal with there. You know, the three of us had to sleep in a very small-sized bed. Actually our foster mother, Ibu Iyem (yeaaahh I'm going to remember her name forever! LOL) offered another room, so one of us had to sleep alone. I say it again, ALONE. Well, so we refused it and decided to sleep in "the incapacious bed"






with Rosa.






frying, dude. frying







Ibu Iyem makes "onde onde" and "apem" everyday, but Sunday is the time off for her, she goes to the church as a Christian. I usually woke up at 4 am to help her fry "onde onde" or package the "jenang sagu merah". It's quite fun and the taste of her "onde-onde" is really unforgettable. LOL.

:3

stefhanie with apem!

MB pours the dough.







And the last day arrived. I missed everything already! The morning breeze, the beautiful nightsky and the moments I spent to share our lives, the moments when she told me about her life *cry*. The last lunch we had almost ended with tears, Stefhanie even said that each of us will soon miss the dishes we used to eat together :')

Sooo... we set a new record.  Usually, we barely ate this much, and that day we ate our heart out and left no fried chicken on the plate :9

I really enjoyed the dish!




And Rosa gave us 3 hand-made bracelets from her friends. Each of us worn it and it was like a return of superheroes. :p
I WEAR THE BLUE ONE! :3 Rosa: pink, MB: purple, and Stefhanie: red


Also, I miss to do all of this chores! 
washing the dish.


my favorite exercise in the morning! LOL




me with my housemates. right-left: MB, stefhanie, ME. you know guys I won't forget our effort during the night after dinner, how we fight with the stupid stomachache, and... a night with VEGETA maybe? :p






Naftalia and Me. Wooot :3 



more stories at the next post!


Thursday, December 29, 2011

when someone pissed you off.

hello. i'm back to post some things here. tapi gue pengen pake bahasa Indo aja ya biar enak *alibi*

kita semua pasti pernah kesel kan sama orang. bahkan orang baik sekalipun, pasti pernah ngalamin deh. kenapa kita kesel? ya karena ada orang lain yang bersikap nggak sesuai yang kita mau. mungkin kalian kesel sama orang yang ngasih lem di tempat duduk kalian *jamanSD* atau pas ada yang bohong, fitnah atau.... mengkhianati kita. yang namanya perasaan, mulai dari seneng, sedih, marah, itu alamiah; bukan diajarkan orang lain tapi kita belajar dari semua perasaan itu. bahkan... bayi aja udah bisa ngerasain yang namanya seneng, marah, apalagi sedih.
jadi, kesel itu wajar aja. we know that.. we can't control people's deed. jadi mau gak mau kita pasti kesel sama orang yang bertindak seenaknya. tapi... gue mau cerita dikit tentang gimana perasaan kayak gini bener-bener nguras tenaga kita.

jujur aja gue paling kesel sama orang yang... SOK. entah itu sok jago, sok tahu, sok hebat, sok apalah... yang penting sok. ya mungkin aja mereka pikir mereka bisa punya semuanya dengan mudah, jadi merasa dirinya hebat gitu. sok itu beda tipis lah sama sombong, bedanya orang sombong itu setidaknya punya hal yang bisa dibanggakan, kalo orang sok... biasanya cuma modal mulut aja.

gue juga gak tau kenapa gue bisa segitu keselnya sama orang tipe-tipe begitu. ciri-cirinya yah: suka ngomongin diri sendiri, apa apa ngomongnya "kayak gue dong...", "iya gue abis bla bla bla...", selalu pengen nguasain semua bidang, dan... paling gak suka diremehin tapi sulit buat memuji orang lain.
mungkin ini semua karena orang orang tipe kayak gitu bener-bener beda dengan gue. you know that I'd better keep quiet than talking about myself. mentok-mentok juga curhat atau ga nulis gajelas di blog. dan bagi gue, apa yang bisa lo banggakan sebenernya sih? semua yang kita punya sekarang cuma sementara, kalo Tuhan mau ambil detik ini juga, He can. dan sebenernya... apa gak sadar yah, kalo masih ada orang yang lebih hebat, jadi buat apa meninggikan diri sendiri kalo akhirnya toh jatoh lagi......

Asek.


yah begitulah rasa kesel itu berlanjut karena gue masih ketemu dia dan dia masih... jadi orang sok. agak males juga kalo gue harus ngajak dia berantem lewat Twitter, FB atau ketemu langsung cuma buat nyadarin dia. 
tapi selang waktu berjalan, gue juga risih, dengan rasa kesel gue sendiri, dengan kehadiran dia, dan.. pokoknya semua tentang orang itu, GUE NGGAK SUKA. waktu itu emang dia sempet sadar dikit gitu, mulai diem, entah kenapa... dan masa tenang itu sayangnya nggak lama. yang namanya watak mana mungkin berubah sih?


Asek.



jadi gue perlahan mulai maklumin dia lah. meski sekarang dia masih tetep kayak gitu, gue sih coba untuk nyantai aja, in hope someday she'll realize, entah gimana caranya...
gue juga sadar, dia sempet berubah dan akhirnya tetep balik lagi; itu artinya sifat dia itu udah jadi watak asli, dan kayaknya sulit diubah. jadi mau gue jenggotan memelihara rasa kesel ini, kayaknya itu gak akan mengubah apapun deh. 

kesimpulannya, sebenernya sah-sah aja kalo kita kesel sama orang, tapi, kita juga harus sadar kalo setiap orang punya watak baik dan buruk. Accept people as they are *ASEK LAGI* kita juga gak bisa mengubah seseorang dalam waktu singkat, biarkanlah mereka belajar sendiri melalui kesalahannya suatu saat, dan... buat apa ngurusin orang lain sih ya? we have our own life, dude. dan rasa kesel itu cuma bikin kita cape, atau bahkan bisa tumbuh jadi rasa benci. therefore, we're not perfect! jadi kalau kita nggak sempurna, terkadang gak penting juga untuk memikirkan ketidaksempurnaan orang lain.

yah gue juga gak mau munafik, susah juga sih ngelakuinnya. tapi setidaknya kita mencoba untuk memaafkan.



dan buat si orang sok itu, yaudahlah gue cuma harap dia sadar.... 
kadang kadang kita gak lihat kalo jangan-jangan........ kita juga sama kayak orang yang dikeselin.

Eh tapi sorry. Gue bukan orang sok. Sekian.

Friday, May 20, 2011

never get enough

there are billions people in this world, but no one is same for each other.. kenapa yah? well, we found a lot of people in different characters and talents. gak usah jauh jauh cari tahu, just looking around. hmm.


oke jadi gue punya temen (don't ask me) yang sebenernya sih banyak talent. cuma setelah gue kenal dia, kok gue rasa dia pengen sekali belajar banyak hal, ya? hmm, mungkin people think that "we live once, so we take a lot of chances," pertama gue manggut setuju tapi, gue mulai berpikir lain saat temen gue yg satu ini mulai bertingkah.

yah anggep aja dia jago di bidang A, terus karena pengaruh pergaulan dia coba bidang B. Wahh dan yg bikin salut ternyata dia bisa loh! Gue berdecak kagum dan SETUJU pernyataan di atas. Tapi mungkin karena jadi banyak yang muji dia, dia coba nih bidang C. I think she has to learn more, tapi dia menggembar gemborkan apa yg sebenernya belum dia bisa..

Oke gue pikir, yah namanya anak muda pasti banyak maunya kaya gue :9 cumaaa, gak berhenti di situ. She's looking for another things to do, and, i think, does she really want to be a super power? Actually it's not a mistake. Tapi setelah gue liat liat, she can't focus, jadi dia menelantarkan gitu aja bidang A dan B yang udah dia lakuin. No valuable progress at all.

Okay sebenernya i hate to critic but.. i think, why do we focus on one thing that wastes our time for another things? Oke gue tau ada baiknya mencoba hal baru tapi gini nih manusia, memang suka kelewatan. Karena hal itu kalo dibiarin bisa membuat diri kita gak pernah PUAS.

then we talk about it. Jangan sampe karena kita di doktrin oleh kenyataan hidup cuma sekali, kita jadi ngelakuin segala hal yg sebetulnya sudah melampaui batas kita. Koreksi dulu sebelum kita mau melakukan hal yang baru, remember that segala sesuatu yg kita lakuin ada resikonya. Dan coba kita cari tahu alasan kita lakuin itu? Apa karena emang itu hidden talent kita? Apa kita ngelakuin itu krn ikutan temen atau that's our passion? Karena gini, kalo lo emang mauu banget lakuin itu, gaada acara "musiman" alias, mood lo akan selalu bagus saat melakukan hal itu ;)

Disini gue bukannya mau bilang kalo kita ga boleh coba hal baru, BOLEH kok! tapi,
1. Fokus! Percuma kalian coba hal baru, tapi menelantarkan talent yg lain. Sometimes we can't do more than one project, lho.
2. Cari tau tujuan lo dan resikonya.
3. Do it, tapi ada baiknya gak usah terlalu ngotot utk satu hal, bisa aja ternyata kita punya hal lain yg lebih penting. Jangan seperti menyuruh orang buta utk membaca tanpa huruf braille.

Pernah denger kan cerita seorang monyet yang berusaha mengambil pisang sebanyak banyaknya, ternyata dia gak sengaja menjatuhkan semua yang udah dia ambil. Jadi jangan terpaku pada banyaknya hal yg kita raih, tapi, lihatlah, apakah kita sudah melakukan semuanya dengan baik? Lihat kualitas, bukan kuantitas!


"The more things you bring, the more possibilities they will fall at all."

Monday, December 6, 2010

reason for comparison

Perbandingan? Apa itu?
Bukan, ini bukan ttg pelajaran matematika yaa. Lupakan hal itu"sejenak".

Ok, jd siapa sih yang gak kenal dgn perbandingan? Mungkin karena banyak hal di hidup ini yang (memang) banyak yang gak sama, orang akan mempunyai yang namanya "preference" atau kecenderungan terhadap sesuatu yg menurut dia OKE.

Well, gak salah sih. Misalkan emg kita bandingin apa yang bagus dan buruk itu wajar, karena kita pasti mau yang terbaik. Tapi gimana rasanya kalo kita jadi bahan perbandingan?

Kalian pasti pernah dibandingin sama orang yang dianggap "lebih" dari kalian. Dan ya, including me, pasti timbul perasaan - perasaan berikut : sedih (pasti), gak dihargai, ngerasa gak guna (lebay), dan yang paling parah kehilangan jati dirinya.

Padahal, bisa aja loh maksud orang yang banding bandingin kita (mis: ortu) sama orang lain sebetulnya gak pengen kalian punya perasaan kayak gitu. Mereka pasti mau kita termotivasi dan terdorong utk menjadi seseorang yang mereka anggap lebih baik dari kita. Contoh, lo adalah orang yang males, dan selalu dibandingin ma temen lo yg rajin. Ya jelas aja, ortu lo pasti juga begah liat anaknya sendiri cuma menggeliat di kasur sementara anak yang lain belajar. Well, di sisi ini, kita pati terlihat sebagai yg salah kan?

Oke, beberapa penyebab yang membuat kita menjadi bahan perbandingan bisa aja dari kesalahan kita, dengan kata lain, "kita yang aneh daripada mereka." Tapi, kalo perbandingan menyangkut "something that you can never change" kayak fisik dan hal permanen lainnya, gimana? justru itu nimbulin sakit hati.

Well, pasti kalian pernah dibandingin, kalo si A lebih ganteng dari lo, atau yg bisa bikin lo sumringah, si C lebih ancur dari lo, dkk dst dsb. Sebenernya, kalo ngomongin fisik itu ga ada abisnya. Cakep itu relatif, artinya gini : yang lo bilang cakep belum tentu buat gw cakep.

Dan gimana kalo ttg kekurangan fisik kalian? Misalnya, lo nulis pake tangan kiri, it's okay dong! Berbahagialah kau yang kidal, dulu waktu gw SD banyak bgt yg berusaha nulis pake tangan kiri dan semuanya GAGAL! Dan kalo misalkan lo *ups* kekurangan alat tubuh, well, terimalah diri lo apa adanya. Orang yang membandingkan lo dengan orang normal udah jelas GILA, ya iyalah!
Orang itu udah bawaan lahir, gimana bisa diubah?

Satu lagi, berdasarkan riset gue, akhirnya gue menemukan fakta-fakta di bawah ini :

1. Selain utk memberi kita motivasi, orang yang banding bandingin kita bisa punya maksud jahat, lho! Bisa aja dia punya niat utk nurunin motivasi kita! Jadi resapi deh kata kata org yang lagi bandingin lo pada, lihat dari segimana dia bandingin lo, rasional apa nggak, dan mengandung unsur ejekan atau nggak.

2. Misalkan lo dibandingin sama orang yang hebat main alat musik sedangkan lo masi cupuu. Pasti lo jadi pengen jadi dia kan? At least, sadar atau nggak, lo bisa aja mjd semakin down atau semakin terpacu. Tapi sadar gak, orang yang lo lihat lebih hebat dari lo itu juga manusia. Percaya deh sama gw, dia juga pasti dibandingin sama org lain karena di atas langit selalu ada langit! Jadi utk apa lo iri sama org yang ternyataaa belum sempurna dan belum merasa cukup dgn dirinya?

3. Orang tua yang bandingin lo pasti mau lo termotivasi lebih baik, sepedes apapun kata katanya, tapi dibalik kepedasan itu tersimpan pesan dan harapan ortu supaya lo bisa kaya "mereka" yang menurut ortu lo lebih hebat.

4. Remaja paling gak suka dibanding bandingin. Satu, mereka masih labil, dan malah bisa jadi down. tapi ada juga yang semakin maju. Nah, gimana lo? ternyataaa eh ternyata, berbicara dgn remaja cuma perlu "olahan" kata yang baik. Jadi, hati hati ya kalo mau bandingin temen! :P

5. Tuhan sudah memberi porsi yang pas. Kembali ke no 1, kalo lo cupu main alat musik eh ternyata lo jago nyanyi, dan dia? Suaranya masih lebih bagus bajaj. Nah kalo lo gabisa dua duanya? NASIB. wkwk. Sorry sorry, tapi bener deh, mungkin ada kelebihan lo yang lain, hingga ntar ada ortu lain yang bilang ke anaknya sambil nunjuk nunjuk elo, "tuh, mami bilang kamu bisa gak kaya dia?"

God Bless :)