BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Showing posts with label friendship. Show all posts
Showing posts with label friendship. Show all posts

Thursday, June 21, 2012

Being forgotten always hurts.

lanjutan dari post yang ditulis William, gue kali ini mau lanjutin kisah Ndo and Elle yang sampe sekarang, for real, gak selesai-selesai.

Yaaa, sebagai prolog, gue ceritain dikit deh.

Udah lama banget kali ya sejak gue dan William gak ngelanjutin kisah dua insan yang kayaknya belom bisa ditakdirkan bersama *sorry Ndo. but for sure, please down to earth*
Yaa, berbagai peristiwa terjadi, termasuk tentang si Ndo, temen gue ini yang dulu homeschooling di Pamulang, finally pindah ke Klaten. Dia mutusin untuk masuk SMK aja, jurusan robotik gitu kalo ga salah.

Agak kasian juga sampe saat ini dia belom nemu tambatan hati. Gatau itu faktor penyebabnya apa, yang jelas, kasian aja. Masak belom move on juga sih? *GAKNGACABANGETGUE*

Gue juga gak tega buat ceritain kalo si Elle udah nemuin yang lain. Mungkin, cowok itu adalah orang yang berani ngungkapin perasaannya. Gak kaya Ndo yang selama ini mainnya sembunyi-sembunyi; malu tapi mau gitu.

Yaah, pelajaran aja deh buat yang lagi PDKT. Jangan ditiru.


***

Mendengar kabar adanya Live In anak-anak CTS di Klaten, Ndo seneng bukan main *kayaknya udah diceritain deh*.

Gimana nggak, sekarang dia pun lagi di Klaten. Dia ngerasa "blessed" banget. Gak nyangka, apakah ini kebetulan atau emang dia lagi hoki aja.

Ndo langsung cari informasi dari anak-anak CTS yang mungkin masih mau dihubungi. Yaa,  dia pun mengirim pesan singkat ke Nath, sahabat karibnya yang kayaknya udah mulai lupa sama dia. Setelah tahu tanggalnya, dia jadi excited banget. Agak saru dia lagi seneng atau kesurupan.

Tapi saat menjelang hari-H, dia baru menerima kabar kalo HP semua murid bakalan dititipin ke guru sampe hari ke-6. Ndo langsung lemas. Ia pun menunggu dengan sabar, dan saat hari itu tiba, dia langsung menghubungi kawannya. Gak usah diomongin orangnya siapa, tapi orang itu kebetulan serumah sama Elle *gue gak tau dia tau darimana*.

Ini serius.

Kawannya itu baru siap-siap mau pergi  ceritanya. Ngutak-ngatik hape gajelas. Tiba-tiba Ndo telpon buat nanya lokasi desa yang emang dijadiin tempat Live In. Setelah hampir nyasar, Ndo yang dibonceng teman sekolahnya yang berhelm hitam akhirnya berhasil tiba di rumah Elle dengan selamat.

Kebetulan, di rumah Elle lagi ada beberapa anak CTS yang lagi nongkrong. Spontan semuanya langsung teriak. Yaa, hampir semuanya kurang lebih bilang, "makin ganteng aje Ndo", sisanya ya biasa. Maki-makian.

Elle pun keluar mendengar keributan di luar rumah.

Ndo tertegun. "Dia tak berubah ya....." (serius, gue pengen muntah pas nulis ini)

Anak-anak CTS yang lain langsung menyoraki, "Elle, inget dia ga? Ciee ciee"

Elle, dengan tampang polosnya menjawab, "Siapa ya?" sambil menunjuk Ndo.



Ini serius.




Elle bener-bener lupa! (serius, dia beneran lupa waktu itu)



Ndo merasakan ada "kretek-kretek" di hatinya. Dia senyum agak mesem-mesem gitu, entah nahan malu atau nahan sakit hati.

"Eh lo nggak inget, Elle?" salah satu anak nyeletuk.
"Enggg... Nggak tuh. Siapa ya?" Elle mengulangi pertanyaannya. Dari tampangnya emang bener keliatan kalo dia nggak mengada-ada. (Buat apa juga boong.)

Ndo masih masang senyum mesemnya. Kayaknya agak sakit tuh........

Sampai akhirnya ada yang berkata, "ini Ndo, Elle. Masa lupa?"
Elle mengamati Ndo. Remaja SMA yang masih mengenakan jaket hitam-merah merk Re*bok yang dari kelas 7 belom sempet diganti.
"Oh, si Ndo!", kata Elle. "Gue kira siapa," lalu ia memalingkan wajahnya ke Blackberry yang daritadi kayaknya ada yang nge-PING gitu deh *bikin Ndo panas*

Elle asyik main BB. Ndo diem. Diem. Diem banget. Sama seperti dulu, saat lagi-lagi Elle yang polos, yang ia cintai (asli, pengen muntah lagi.) bener-benerrrrrrrr nusuk hatinya.

Ndo bingung. Apakah dia harus menahan perasaan dia yang udah lama banget terpendam. Ndo juga sadar Elle sama sekali gak peduli sama dia, gimana mau peduli, inget aja nggak.

Akhirnya Ndo pun pulang hari itu. Dengan hati agak remuk. Tapi dia kayaknya udah terlatih untuk tegar....

***

Hari Selasa pun tiba, hari terakhir anak CTS di Klaten.
Ndo pun memutuskan diri untuk datang. Alasannya klise, "pengen ketemu yang lain."

Setibanya di sana, ternyata lagi ada acara perpisahan gitu. Ndo cuma diem liatin aja. Dia tetep diem, nggak tau mandangin siapa, diem terus sampe akhirnya semua pulang dan naik ke bis. Ndo ngikutin para rombongan. Dengan tatapan agak sedih dia ngeliat bis itu mulai jalan.

"Gue perlu move on..." Ndo bergumam dalam hatinya.

But how can I move on, when I'm still in love with you? - The Script (The Man Who Can't Be Moved)

Monday, June 18, 2012

Before you start to forget.

HEY! I miss the blogsphere here.. *sniffing* and yeah, the holiday begins! So this time I don't want to waste these precious and "holy" days to relax and do stuffs that should be postponed before.
Okay, last Saturday I received my report card. Really, I thank Jesus and people who keep burning my spirit during the schooldays! Even more, I still can't believe that Year Ten is finally over. Now I'm a 11th grader! One year feels so fast, eh?

And so, here I post some photos during "Live In" that held in Klaten. Stefhanie and MB were my housemates, the three of us keep pestering "our foster mother" LOL! Frankly I have to say that, "Live In" really works for me to see my life in a new light. Though there are some drawbacks in technical procedure and unorganized schedule.... well, so far it's okay.

see?
Hmm I'm not going to report every single thing I did during the 10 days, here I want to share things I had to deal with there. You know, the three of us had to sleep in a very small-sized bed. Actually our foster mother, Ibu Iyem (yeaaahh I'm going to remember her name forever! LOL) offered another room, so one of us had to sleep alone. I say it again, ALONE. Well, so we refused it and decided to sleep in "the incapacious bed"






with Rosa.






frying, dude. frying







Ibu Iyem makes "onde onde" and "apem" everyday, but Sunday is the time off for her, she goes to the church as a Christian. I usually woke up at 4 am to help her fry "onde onde" or package the "jenang sagu merah". It's quite fun and the taste of her "onde-onde" is really unforgettable. LOL.

:3

stefhanie with apem!

MB pours the dough.







And the last day arrived. I missed everything already! The morning breeze, the beautiful nightsky and the moments I spent to share our lives, the moments when she told me about her life *cry*. The last lunch we had almost ended with tears, Stefhanie even said that each of us will soon miss the dishes we used to eat together :')

Sooo... we set a new record.  Usually, we barely ate this much, and that day we ate our heart out and left no fried chicken on the plate :9

I really enjoyed the dish!




And Rosa gave us 3 hand-made bracelets from her friends. Each of us worn it and it was like a return of superheroes. :p
I WEAR THE BLUE ONE! :3 Rosa: pink, MB: purple, and Stefhanie: red


Also, I miss to do all of this chores! 
washing the dish.


my favorite exercise in the morning! LOL




me with my housemates. right-left: MB, stefhanie, ME. you know guys I won't forget our effort during the night after dinner, how we fight with the stupid stomachache, and... a night with VEGETA maybe? :p






Naftalia and Me. Wooot :3 



more stories at the next post!


Thursday, December 29, 2011

when someone pissed you off.

hello. i'm back to post some things here. tapi gue pengen pake bahasa Indo aja ya biar enak *alibi*

kita semua pasti pernah kesel kan sama orang. bahkan orang baik sekalipun, pasti pernah ngalamin deh. kenapa kita kesel? ya karena ada orang lain yang bersikap nggak sesuai yang kita mau. mungkin kalian kesel sama orang yang ngasih lem di tempat duduk kalian *jamanSD* atau pas ada yang bohong, fitnah atau.... mengkhianati kita. yang namanya perasaan, mulai dari seneng, sedih, marah, itu alamiah; bukan diajarkan orang lain tapi kita belajar dari semua perasaan itu. bahkan... bayi aja udah bisa ngerasain yang namanya seneng, marah, apalagi sedih.
jadi, kesel itu wajar aja. we know that.. we can't control people's deed. jadi mau gak mau kita pasti kesel sama orang yang bertindak seenaknya. tapi... gue mau cerita dikit tentang gimana perasaan kayak gini bener-bener nguras tenaga kita.

jujur aja gue paling kesel sama orang yang... SOK. entah itu sok jago, sok tahu, sok hebat, sok apalah... yang penting sok. ya mungkin aja mereka pikir mereka bisa punya semuanya dengan mudah, jadi merasa dirinya hebat gitu. sok itu beda tipis lah sama sombong, bedanya orang sombong itu setidaknya punya hal yang bisa dibanggakan, kalo orang sok... biasanya cuma modal mulut aja.

gue juga gak tau kenapa gue bisa segitu keselnya sama orang tipe-tipe begitu. ciri-cirinya yah: suka ngomongin diri sendiri, apa apa ngomongnya "kayak gue dong...", "iya gue abis bla bla bla...", selalu pengen nguasain semua bidang, dan... paling gak suka diremehin tapi sulit buat memuji orang lain.
mungkin ini semua karena orang orang tipe kayak gitu bener-bener beda dengan gue. you know that I'd better keep quiet than talking about myself. mentok-mentok juga curhat atau ga nulis gajelas di blog. dan bagi gue, apa yang bisa lo banggakan sebenernya sih? semua yang kita punya sekarang cuma sementara, kalo Tuhan mau ambil detik ini juga, He can. dan sebenernya... apa gak sadar yah, kalo masih ada orang yang lebih hebat, jadi buat apa meninggikan diri sendiri kalo akhirnya toh jatoh lagi......

Asek.


yah begitulah rasa kesel itu berlanjut karena gue masih ketemu dia dan dia masih... jadi orang sok. agak males juga kalo gue harus ngajak dia berantem lewat Twitter, FB atau ketemu langsung cuma buat nyadarin dia. 
tapi selang waktu berjalan, gue juga risih, dengan rasa kesel gue sendiri, dengan kehadiran dia, dan.. pokoknya semua tentang orang itu, GUE NGGAK SUKA. waktu itu emang dia sempet sadar dikit gitu, mulai diem, entah kenapa... dan masa tenang itu sayangnya nggak lama. yang namanya watak mana mungkin berubah sih?


Asek.



jadi gue perlahan mulai maklumin dia lah. meski sekarang dia masih tetep kayak gitu, gue sih coba untuk nyantai aja, in hope someday she'll realize, entah gimana caranya...
gue juga sadar, dia sempet berubah dan akhirnya tetep balik lagi; itu artinya sifat dia itu udah jadi watak asli, dan kayaknya sulit diubah. jadi mau gue jenggotan memelihara rasa kesel ini, kayaknya itu gak akan mengubah apapun deh. 

kesimpulannya, sebenernya sah-sah aja kalo kita kesel sama orang, tapi, kita juga harus sadar kalo setiap orang punya watak baik dan buruk. Accept people as they are *ASEK LAGI* kita juga gak bisa mengubah seseorang dalam waktu singkat, biarkanlah mereka belajar sendiri melalui kesalahannya suatu saat, dan... buat apa ngurusin orang lain sih ya? we have our own life, dude. dan rasa kesel itu cuma bikin kita cape, atau bahkan bisa tumbuh jadi rasa benci. therefore, we're not perfect! jadi kalau kita nggak sempurna, terkadang gak penting juga untuk memikirkan ketidaksempurnaan orang lain.

yah gue juga gak mau munafik, susah juga sih ngelakuinnya. tapi setidaknya kita mencoba untuk memaafkan.



dan buat si orang sok itu, yaudahlah gue cuma harap dia sadar.... 
kadang kadang kita gak lihat kalo jangan-jangan........ kita juga sama kayak orang yang dikeselin.

Eh tapi sorry. Gue bukan orang sok. Sekian.

Friday, May 20, 2011

never get enough

there are billions people in this world, but no one is same for each other.. kenapa yah? well, we found a lot of people in different characters and talents. gak usah jauh jauh cari tahu, just looking around. hmm.


oke jadi gue punya temen (don't ask me) yang sebenernya sih banyak talent. cuma setelah gue kenal dia, kok gue rasa dia pengen sekali belajar banyak hal, ya? hmm, mungkin people think that "we live once, so we take a lot of chances," pertama gue manggut setuju tapi, gue mulai berpikir lain saat temen gue yg satu ini mulai bertingkah.

yah anggep aja dia jago di bidang A, terus karena pengaruh pergaulan dia coba bidang B. Wahh dan yg bikin salut ternyata dia bisa loh! Gue berdecak kagum dan SETUJU pernyataan di atas. Tapi mungkin karena jadi banyak yang muji dia, dia coba nih bidang C. I think she has to learn more, tapi dia menggembar gemborkan apa yg sebenernya belum dia bisa..

Oke gue pikir, yah namanya anak muda pasti banyak maunya kaya gue :9 cumaaa, gak berhenti di situ. She's looking for another things to do, and, i think, does she really want to be a super power? Actually it's not a mistake. Tapi setelah gue liat liat, she can't focus, jadi dia menelantarkan gitu aja bidang A dan B yang udah dia lakuin. No valuable progress at all.

Okay sebenernya i hate to critic but.. i think, why do we focus on one thing that wastes our time for another things? Oke gue tau ada baiknya mencoba hal baru tapi gini nih manusia, memang suka kelewatan. Karena hal itu kalo dibiarin bisa membuat diri kita gak pernah PUAS.

then we talk about it. Jangan sampe karena kita di doktrin oleh kenyataan hidup cuma sekali, kita jadi ngelakuin segala hal yg sebetulnya sudah melampaui batas kita. Koreksi dulu sebelum kita mau melakukan hal yang baru, remember that segala sesuatu yg kita lakuin ada resikonya. Dan coba kita cari tahu alasan kita lakuin itu? Apa karena emang itu hidden talent kita? Apa kita ngelakuin itu krn ikutan temen atau that's our passion? Karena gini, kalo lo emang mauu banget lakuin itu, gaada acara "musiman" alias, mood lo akan selalu bagus saat melakukan hal itu ;)

Disini gue bukannya mau bilang kalo kita ga boleh coba hal baru, BOLEH kok! tapi,
1. Fokus! Percuma kalian coba hal baru, tapi menelantarkan talent yg lain. Sometimes we can't do more than one project, lho.
2. Cari tau tujuan lo dan resikonya.
3. Do it, tapi ada baiknya gak usah terlalu ngotot utk satu hal, bisa aja ternyata kita punya hal lain yg lebih penting. Jangan seperti menyuruh orang buta utk membaca tanpa huruf braille.

Pernah denger kan cerita seorang monyet yang berusaha mengambil pisang sebanyak banyaknya, ternyata dia gak sengaja menjatuhkan semua yang udah dia ambil. Jadi jangan terpaku pada banyaknya hal yg kita raih, tapi, lihatlah, apakah kita sudah melakukan semuanya dengan baik? Lihat kualitas, bukan kuantitas!


"The more things you bring, the more possibilities they will fall at all."