BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Monday, December 6, 2010

reason for comparison

Perbandingan? Apa itu?
Bukan, ini bukan ttg pelajaran matematika yaa. Lupakan hal itu"sejenak".

Ok, jd siapa sih yang gak kenal dgn perbandingan? Mungkin karena banyak hal di hidup ini yang (memang) banyak yang gak sama, orang akan mempunyai yang namanya "preference" atau kecenderungan terhadap sesuatu yg menurut dia OKE.

Well, gak salah sih. Misalkan emg kita bandingin apa yang bagus dan buruk itu wajar, karena kita pasti mau yang terbaik. Tapi gimana rasanya kalo kita jadi bahan perbandingan?

Kalian pasti pernah dibandingin sama orang yang dianggap "lebih" dari kalian. Dan ya, including me, pasti timbul perasaan - perasaan berikut : sedih (pasti), gak dihargai, ngerasa gak guna (lebay), dan yang paling parah kehilangan jati dirinya.

Padahal, bisa aja loh maksud orang yang banding bandingin kita (mis: ortu) sama orang lain sebetulnya gak pengen kalian punya perasaan kayak gitu. Mereka pasti mau kita termotivasi dan terdorong utk menjadi seseorang yang mereka anggap lebih baik dari kita. Contoh, lo adalah orang yang males, dan selalu dibandingin ma temen lo yg rajin. Ya jelas aja, ortu lo pasti juga begah liat anaknya sendiri cuma menggeliat di kasur sementara anak yang lain belajar. Well, di sisi ini, kita pati terlihat sebagai yg salah kan?

Oke, beberapa penyebab yang membuat kita menjadi bahan perbandingan bisa aja dari kesalahan kita, dengan kata lain, "kita yang aneh daripada mereka." Tapi, kalo perbandingan menyangkut "something that you can never change" kayak fisik dan hal permanen lainnya, gimana? justru itu nimbulin sakit hati.

Well, pasti kalian pernah dibandingin, kalo si A lebih ganteng dari lo, atau yg bisa bikin lo sumringah, si C lebih ancur dari lo, dkk dst dsb. Sebenernya, kalo ngomongin fisik itu ga ada abisnya. Cakep itu relatif, artinya gini : yang lo bilang cakep belum tentu buat gw cakep.

Dan gimana kalo ttg kekurangan fisik kalian? Misalnya, lo nulis pake tangan kiri, it's okay dong! Berbahagialah kau yang kidal, dulu waktu gw SD banyak bgt yg berusaha nulis pake tangan kiri dan semuanya GAGAL! Dan kalo misalkan lo *ups* kekurangan alat tubuh, well, terimalah diri lo apa adanya. Orang yang membandingkan lo dengan orang normal udah jelas GILA, ya iyalah!
Orang itu udah bawaan lahir, gimana bisa diubah?

Satu lagi, berdasarkan riset gue, akhirnya gue menemukan fakta-fakta di bawah ini :

1. Selain utk memberi kita motivasi, orang yang banding bandingin kita bisa punya maksud jahat, lho! Bisa aja dia punya niat utk nurunin motivasi kita! Jadi resapi deh kata kata org yang lagi bandingin lo pada, lihat dari segimana dia bandingin lo, rasional apa nggak, dan mengandung unsur ejekan atau nggak.

2. Misalkan lo dibandingin sama orang yang hebat main alat musik sedangkan lo masi cupuu. Pasti lo jadi pengen jadi dia kan? At least, sadar atau nggak, lo bisa aja mjd semakin down atau semakin terpacu. Tapi sadar gak, orang yang lo lihat lebih hebat dari lo itu juga manusia. Percaya deh sama gw, dia juga pasti dibandingin sama org lain karena di atas langit selalu ada langit! Jadi utk apa lo iri sama org yang ternyataaa belum sempurna dan belum merasa cukup dgn dirinya?

3. Orang tua yang bandingin lo pasti mau lo termotivasi lebih baik, sepedes apapun kata katanya, tapi dibalik kepedasan itu tersimpan pesan dan harapan ortu supaya lo bisa kaya "mereka" yang menurut ortu lo lebih hebat.

4. Remaja paling gak suka dibanding bandingin. Satu, mereka masih labil, dan malah bisa jadi down. tapi ada juga yang semakin maju. Nah, gimana lo? ternyataaa eh ternyata, berbicara dgn remaja cuma perlu "olahan" kata yang baik. Jadi, hati hati ya kalo mau bandingin temen! :P

5. Tuhan sudah memberi porsi yang pas. Kembali ke no 1, kalo lo cupu main alat musik eh ternyata lo jago nyanyi, dan dia? Suaranya masih lebih bagus bajaj. Nah kalo lo gabisa dua duanya? NASIB. wkwk. Sorry sorry, tapi bener deh, mungkin ada kelebihan lo yang lain, hingga ntar ada ortu lain yang bilang ke anaknya sambil nunjuk nunjuk elo, "tuh, mami bilang kamu bisa gak kaya dia?"

God Bless :)

Monday, September 27, 2010

part 5

hello! see the part 4 yet?
di sela sela kesibukan saya sebagai pelajar, ini saya buat part 5! yeahaahhh!

---
Karena stress yang diakibatkan aksi nekatnya sendiri, Ndo frustasi. Pelampiasannya adalah Blog William, rekan saya. Ternyata setelah diketahui, Ndo bukanlah meng-hack Blog Willi. Dasar cupu dia, ternyata dia mengancam Willi dengan merampas BlackBerry baru nya Willi untuk dihanyutkan ke kali depan sekolah supaya bisa dapet password Blog Willi. Sungguh ironis.
Oke, kembali ke kehidupan Ndo yang agak absurd.

Hari itu hujan turun cukup deras, awan menghitam seperti Ndo (maksudnya kaya suasana hati dia). Ndo lelah mendengar pertanyaan bodoh setelah aksi nekadnya itu, seperti : "Jadi Elle nerima lo apa gak?", atau "Lo dah jadian? PBJ dong?", atau "jadi gimana hubungan lo, Ndo?" semuanya bertanya-tanya. Tapi pertanyaan tadi masih terdengar manusiawi, seakan akan mereka "mendukung" Ndo, bukan seperti ini "OH MAKANYA LU NYADAR MUKA LU KAYA APA" atau yang sadis "justru gw heran kalo Elle mau sama lo". Mungkin kata kata ini dilontarkan oleh orang yang sirik (sirik karena gak bisa senekad Ndo) atau "penggemar gelap" Elle yang tersebar di satu sekolah.

Ndo gak heran kalo Elle emang bener bener NOLAK DIA. Justru dia heran kalo Elle nerima. Yah, beginilah nasib seorang remaja yang mencari cinta. Ndo sudah mencoba berkonsultasi, semuanya bilang "lo tuh cuma remaja labil. cinta itu masih samar samar buat lo. liat aja remaja sekarang, hari ini bilang 'i lop yu' besok udah lempar piring en sandal." tapi Ndo gak peduli, "bagi gue, gue tuh BUKAN REMAJA BIASA," katanya sambil memandang hujan yang seakan akan bilang, "dasar bodoh.."

Rasanya Elle semakin menjauh dari Ndo. Mungkin karena ilfeel atau jangan jangan karena pas di lapangan kemaren, Ndo gak jawab pertanyaannya. Ndo juga enggan bertemu atau berpapasan dengan Elle, baginya hal itu cuma bikin ribut. Contohnya pas Elle lagi keluar kelas mau ke WC, Ndo yang mau ke WC juga (WC nya beda ya!) berpapasan dengan Elle, sontak semua yang melihat langsung teriak teriak kaya abis kemalingan. Elle terlihat kesal, Ndo lagi lagi... MANGAP.

Ndo juga bingung gimana caranya membuat Elle luluh. Wajah udah gak bisa dipermak, itu bawaan lahir. Ndo cuma bisa memandang Elle di foto pesbuknya. Mungkin Ndo harus melakukan tindakan yang lebih ekstrim.

***

Pagi itu Ndo kena sial, dia lupa bawa name tag. Alhasil dia disuruh lari keliling lapangan 10 kali. Ya lagi lagi Ndo harus menahan malu DI LAPANGAN. Ketika sedang menuju putaran kedua, Elle lewat. Ndo yang gengsi gak mau keliatan lagi dihukum, dia memelankan langkahnya, malah lebih mirip orang kurang kerjaan lagi muterin lapangan. Tiba tiba seorang guru piket berteriak "HEY KAMU NDO! LARI ATAU SAYA TAMBAHKAN 5 PUTARAN LAGI!!!", semua murid langsung ngakak gak karuan. Elle, cuma melihat dengan tatapan kosong.

Ndo cape, mau cari minum EH TERNYATA BOTOL MINUMNYA ketinggalan. Ndo udah mau nangis, "kenapa hidup gw kaya gini?" teringat memori masa kecil waktu dia ditindas pake sapu lidi sama temen temen komplek. Tiba tiba, Ndo merasa ada yang menyentuh pundaknya. Seperti sentuhan wanita. Ternyata... itu seorang OFFICE GIRL. "Dek, misi ya lantainya mau di pel."

Sambil melengos Ndo mengambil tasnya dan berbalik badan, dia masih mau ke kelas juga ternyata. Di ujung tangga ia melihat bidadarinya, Elle.
"Ndo, ini." Elle menyodorkan sebotol air mineral (gak tau punya sapa). Setelah Ndo menerimanya, dia segera berlari naik tangga. Ndo belum sempat bilang MAKASIH. Tapi, dia gak nyangka kalo dia NYENGIR. Daun talas kalah lebar kali. Ndo mikir, "Elle pernah ngutang gak sih sama gw?". Lagi lagi ada suara dari belakang, "DEK PERMISI YA LANTAINYA MAU DI PEL!"


Apakah maksud Elle dengan memberi minum ke Ndo? Tunggu part 6 nya !

Thursday, September 23, 2010

part 3

lihat dulu part 2 nya (by William Mercury)

Ndo mulai menyadari kalau dirinya dan Elle adalah dua makhluk yang berbeda. Ndo cowok dan Elle cewek. Elle masih "punya muka" kalo Ndo kadang kadang susah bedain muka ma pant*t (sensored). Semakin hari Ndo makin putus asa. Tapi dia bertekad untuk gak menyerah, "pokoknya sampe dapet!", batinnya.

Kejadian setahun lalu memang masih membekas di hati Ndo. Frustasi, takut ditolak, dan merasa bukan manusia terus menghantui hidupnya. Kegagalannya yang terulang lagi seminggu lalu, saat ia mencoba menyanyi (baca : ngamen) di depan rumah Elle. Ndo jadi agak minder kalo ketemu Elle, "dia pikir pasti itu gw." Ndo mulai putus asa.

***

Suatu pagi yang cerah, Ndo melangkah masuk ke kelas. Ndo makin gak semangat aja ke sekolah, selain karena ia dan Elle berbeda kelas, Ndo masih merasa takut (malu kali ya) kalo harus ketemu Elle. Hari itu hari selasa, anak anak mulai memakai seragam baru yang diduga berbahan sarung merek "GAJAH BREAK" (adaptasi dari sarung "GAJAH DUD*K", lebih ekstrim gajah yang break dance daripada lagi duduk). Ndo sama sekali belum memesan baju tersebut. Ndo berpikir, "tampang udah ancur masih pake baju yang ancur?". Tapi semua berubah ketika ia melihat Elle memakai seragam baru itu. "Kalo pake baju ijo gitu dia keliatan lebih fresh," pikir Ndo. Ndo mengamati Elle terus menerus, dan Elle pun menoleh pada Ndo dengan tatapan kosong, entah karena takut atau bingung. Sesaat Elle pun segera masuk kelas (Elle sadar kalo dia terancam dalam marabahaya)

Ndo mulai mencari lagu baru. "Mungkin Canon udah ga jaman banget," pikirnya. Ia pun mencari di Internet dan mendapati lagu yang a bit slow with sad lyric, "You're Beautiful" oleh James Blunt (silahkan klik di sini kalo mau tahu). Ndo membaca liriknya dan berpikir, "kok mirip banget sama suasana hati gw." (dasar cowok cengeng). Ndo merasakan pipinya basah, "aduh gw terharu banget," tapi ternyata kepalanya juga basah. TERNYATA ATAP RUMAHNYA BOCOR. Ndo mulai merenung, "kenapa hidup gw gak pernah bener dikit? sehari aja please.." kali ini Ndo benar benar menitikkan air mata.

***


Tiga minggu saja Ndo sudah bisa mempelajari kunci gitar dan lirik "You're Beautiful", Ndo berniat mengulangi aksi nekadnya, dan memang sangat nekad, dia mau melakukannya di LAPANGAN SEKOLAH. Saya ulangi, di LAPANGAN SEKOLAH PAS ISTIRAHAT.

Elle dan teman temannya baru saja dari kantin dan ingin kembali ke kelas, Elle tidak tahu bahwa ia terancam, sangat terancam. Ndo melihatnya dari atas, langung menenteng gitarnya dan turun ke bawah, "gue pasti bisa, ni lagu pasti menyentuh hatinya." Ndo berdiri di tengah lapangan, lalu memanggil Elle dengan sedikit berteriak, "ELLE!". Elle menengok, dengan tatapan kosong (lagi). Serentak seluruh siswa SMP dan SMA, bahkan murid SD yang melihat atraksi Ndo kali ini langsung menuju lapangan dan membentuk lingkaran (tanpa ada yang nyuruh). Beberapa siswa angakatan Ndo dan Elle langsung menyoraki mereka. Elle mangap, mungkin dia gak ngerti apa maksudnya. Ndo pun menghela napas, dan berkata, "Elle, gue suka sama lo. Udah lama gue pendam rasa ini, saat pertama gue liat lo, gw tau dan yakin, lo yang pertama dan terakhir buat gw. Cinta gak mungkin dateng dua kali." Suasana yang tadi hening, langsung riuh ketika Ndo selesai mengucapkan pernyataan itu. Elle diam. Ndo diam juga, dia berpikir, "kok gw lancar banget dah ngomongnya?". Elle menggumam, "terus?". Ndo tak menjawab, dan langsung memainkan intro dari "You're Beautiful". Suasana pun semakin riuh,"EAEAEAEAEEEEEAAAAA NDO! TERNYATA LU PRIA JUGA!", terus ada yang teriak, "PBJ WOY PBJ!", dan beberapa lagi berusaha menenangkan suasana supaya gitarnya Ndo kedengeran, "ssst, jangan berisik, sarimin mau beraksi!".
Ndo mulai bernyanyi, suasana langsung hening. Entah itu lip-sing apa bukan juga gak tahu, kayaknya sih bukan (oke Ndo lo boleh seneng), tapi suaranya Ndo MIRIP SAMA SI JAMES BLUNT. Ini liriknya :

"My life is brilliant.

My life is brilliant
my life is pure
I saw an angel
of that I’m sure,
She smiled at me on the subway,
she was with another man
but I won't lose any sleep on that
cause I got a plan.

You’re beautiful
You’re beautiful
You’re beautiful, it’s true
I saw your face in a crowded place
And I don’t know what to do
cause I’ll never be with you.

Yes she caught my eye,
as I walked on by
she could see from my face
that I was flying high
and I don’t think that I'll see her again
but we shared a moment
that will last til the end.

You’re beautiful
You’re beautiful
You’re beautiful it’s true
I saw your face in a crowded place

And I don’t know what to do
cause I'll never be with you.

Lalalalalala Lalalalalala Lalalalala La

You’re beautiful
You’re beautiful
You’re beautiful it’s true
There must be an angel with a smile on her face
when she thought up that I should be with you.
But it’s to time face the truth,
cause I'll never be with you
."


"WEEEDEHH!!!" suasana kembali riuh diringi tepuk tangan. Ternyata seluruh guru, OB, dan satpam juga menonton atraksi Ndo (baca : topeng monyet). Ndo memandang Elle. Elle terdiam, menunjukkan ekspresi yang biasa saja. Ndo mulai kecewa. Semua menyoraki, "ayo Elle terima aja, lumayan calon penyanyi!", "iya jadian aja ntar kasi PBJ ke gue", namun ada juga penggemar gelap Elle yang lainnya yang berdoa, "Tuhan, tolong jangan biarkan Elle menjadi milik Ndo. Kayaknya wajah saya masih lebih memadai." Tiba-tiba bel berbunyi, dan seorang guru berteriak, "semuanya masuk kelas!" diiringi suara "yaahhhh..." dari pihak siswa.

Ndo pun membalikkan badannya, dan melangkah pergi. Tiba-tiba, Elle memanggil.. "NDO!!". Dengan semangat dan nyengir nyengir Ndo menoleh, "Thanks God, akhirnya hari ini tiba juga.."

Elle menunduk sejenak, lalu berkata, "itu tadi yang lo nyanyiin judulnya apa? nadanya enak tuh?". Ndo yang mendengar hal itu hanya diam dan kehilangan senyumnya. Rasanya, ia lebih baik melakukan atraksi topeng monyet daripada menyanyi untuk Elle. "Untung anak anak udah pada masuk," geram Ndo. Ndo tidak menjawab pertanyaan Elle dan segera naik ke atas, bersama rasa pedih yang merasuk di hatinya...



Akankah Ndo mengubah perasaannya atau tetap mengejar Elle? Tunggu part ke 4!

Friday, September 10, 2010

part 1

http://meandmycriticworld.blogspot.com/2010/09/perbandingan-di-dunia.html

dari postingan temen gue yang agak miring.. (buka link di atas!) gue jadi kepikiran bikin cerbung tentang temen gue yang emang lagi ngejar ngejar cewe di kelas sebelah.. (ngejar karena suka, bukan karena dicopet)

ini diambil dari kisah nyata, kesamaan nama, tokoh dan tempat sudah disamarkan.. kalo masih sama? ya sudahlah..
here it is..

---

part 1:

Ndo (nama disamarkan) melangkah pasti dengan menenteng gitar kesayangannya. Tekadnya kuat. Dengan mengingat kembali barisan kunci nada di lagu "Canon" yang dipelajarinya sekitar 3 tahun lalu, dia bergeming, "kali ini gue gak boleh gagal kaya tahun sebelumnya." Sejenak dia menghentikan langkahnya. Memori lama teringat kembali...

***

Waktu itu hujan turun sangat deras, dan Ndo lupa membawa payung. Alhasil gitarnya pun dialih fungsikan menjadi payung. Ndo teringat pesan sang ibunda tentang hujan yang bisa membuat benda mungil di kuping kiri (kita tahu itu apa) bereaksi dan mengeluarkan asap. Sekitar 20 menit hujan tetap turun, sampai akhirnya berhenti. Ndo memandang gitarnya dengan miris, antara ingin berterimakasih (karena ternyata bisa dijadiin payung) dan ingin membantingnya (mengingat kebodohannya yang lupa bawa payung).

Ndo melangkah lagi, "kayaknya udah gak jauh deh," pikirnya. Ndo memandang kagum deretan rumah cluster di perumahan yang ia masuki. "Asik rumahnya cluster, gak perlu manjat pager lagi." Karena keasyikan ngeliatin rumah orang, Ndo lupa mencari alamat rumah si CEWEK. ehm, sepertinya kita TAHU , SAUDARA SAUDARA, siapa sih cewek yang Ndo suka? lanjut, Ndo pun segera bergegas ke alamat yang dituju. Lagi-lagi karena hujan *sialan* (baca : menguntungkan) tadi, hari sudah mulai gelap, sekitar pukul setengah tujuh waktu setempat.

Sambil menahan lapar dan haus dan sedikit menggerutu, Ndo akhirnya tiba PERSIS di depan rumah si cewek. Masih agak takut, karena hari udah malem (kata mama gak boleh pacaran malem malem, ntar bisa kebablasan, maksudnya kebablasan di jalan karena udah gelap) dan karena tampang si Ndo kacau (tampang lapar, cape dan abis kehujanan.. BAYANGKAN!) Ndo agak ragu. Ndo meletakkan gitarnya sejenak, merogoh kantong celananya dan mengeluarkan cermin kecil hasil curian meja rias mama. Ndo aja miris liat mukanya sendiri, apalagi kita? Rambutnya sedikit basah, yah bayangkan aja gimana rambut yang SOK SOK PAKE GEL terus kehujanan. Bajunya lusuh, sepatunya kotor kayak abis offroad. Mungkin keren kalo Ndo dateng paka motor, lah ini jalan kaki? Ndo agak menyesal kenapa gak naik ATV aja (meski tuh ATV udah nyaris membunuhnya. lihat POSTING INI)

Ndo menghela napas dan bergeming, "ah nanggung gue udah nyampe ini." Ndo pun memainkan lagu Canon. Lancar. Meski bagian reff nya ada salah salah dikit. Dua kali Ndo memainkannya, dari jendela tampak seorang cewek ngintip di balik korden. Tanpa ekspresi. Ndo menatapnya dan berhenti bermain gitar. Entah mengapa si cewek yang mungkin ngerasa diliatin balik langsung berlari ke dalam rumah.

***

Elle (nama disamarkan) berlari ke dalam rumah menuju ayahnya yang sedang menonton TV. "Pa, di luar ada orang tuh, berisik." Ayahnya hanya diam dan melangkah menuju jendela luar. Ndo masih asik bermain lagu Canon (gak kreatif nih, masa cuma satu lagu?) Ayahnya merogoh kantong dan mengeluarkan beberapa uang ribuan dan membuka pintu.

Ndo tersentak. Bukan karena ngeliat ayahnya si Elle, tapi karena akhirnya si Elle KELUAR JUGA (terpaksa). Ayah si Elle terlihat santai dan mendatangi Ndo, "ini mas," sambil memberi uang tersebut. Ndo mangap. GEDE BANGET. Elle juga terlihat agak kaget, mungkin dia juga baru menyadari kalo ternyata itu si NDO ANAK KELAS SEBELAH. SATU SEKOLAH.
Ndo udah seneng tadi, dikirain mau diajak masuk, TAPI beginikah nasib seorang pria?

Elle dan ayahnya masuk kembali. Elle tetap menunjukkan tampang tak bersalah (masih ragu itu si Ndo apa pengamen beneran, tapi gaul juga ya ada yang ngamen pake lagu CANON)
Ndo menghitung uang yang dikasi ayah si Elle. "Sembilan ribu, sepuluh ribu, sebelas ribu! Lumayan lah buat ongkos pulang," kata si Ndo miris. Ndo menenteng gitarnya dan memandang rumah itu untuk terakhir kalinya. Tak tampak ada yang keluar lagi, (mungkin ayahnya mau keluar lagi bawa pemukul baseball) Ndo segera pergi dan menuju pangkalan angkot.

***

Ndo tersentak dari lamunannya. Tak tahu mengapa, pipinya terasa basah. "Gila, inget itu aja gue sampe nangis," kata Ndo. Tapi, ternyata itu bukan air mata. Tiba-tiba Ndo merasa kepalanya juga basah. Ternyata, HUJAN TURUN (lagi?). Ndo memandang ke langit dan berteriak : "CHICKEN NUGGET HAH??????"




akankah kisah Ndo akan sama seperti setahun lalu? tunggu bagian kedua nya..