back to this part, and even this is my favorite topic! Ndo-Elle Story ;) Setelah part 9 yg harusnya dilanjutin rekan gua, William, yg kedengarannya sedang sibuk. Theeen i'll write the part 10! yeah, i was thinking bunch of ideas about it ;)
then here we go...
***
Semenjak Ndo memutuskan utk pindah dari sekolah lamanya, meninggalkan Elle yang sampai saat ini belum memberi lampu hijau, Ndo bahkan sudah lulus dari home-schooling yang ia ambil tanpa pikir panjang..
Ndo pun gak pernah liat Elle dalam waktu yg cukup lama, mau liat foto mungkin bisa, tapi pasti tak terlalu banyak mengobati rindunya. Ditambah balada hilangnya handphone di mobil antar jemput membuat dia benar benar kehilangan akal untuk menghubungi Elle. "Dan kayaknya sms gue juga gak mungkin dibales.." ucap Ndo miris.
Sampai lebih dr setengah tahun gak pernah see her face officially, akhirnya pas Ndo iseng iseng main ke sekolah lamanya (diiringi 2 jenis "sambutan" 1. "Ndoo, apa kabar lo?" *dengan mata berbinar* 2. "Masih berani dateng ke sini, lo?" *dengan mata sinis*) Bahkan ada yang rela menyambut Ndo dengan, uh, sedikit memalukan. Ceritanya kawan lama Ndo, sebut saja Will yang lari dari kantin dan melihat sosok Ndo dr kejauhan langsung teriak teriak "Ndo! Ndo! Ndo!" *dan gak lihat lantai lagi di pel* tiba tiba... GUBRAK! dia jatuh dr lantai. Tengkurep. Semua hening.
Ndo cuma menjawab singkat pertanyaan yang berulang ulang terdengar "apa kabar lo?" "kutil lo gimana?" dan lain lain... tapi mata Ndo tetap mencari sosok yang sudah lama tak ia temui.. Dan yaaaaa. ketika Ndo dan teman temannya sedang duduk di dekat halaman sekolah, Elle melintas dari kantin, bersama teman-temannya, seakan akan dia bersinar sekali hari itu, Ndo memanggil dalam hati, tapi Elle pun tak sadar ada sepasang mata yg membahayakannya *ups*. Ndo tercengang. Teman teman Ndo berteriak, "Elle woy Elle! Nih ada Ndo!! Woi liat woy kesini!" Persetan tapi, Elle tak menoleh sama sekali. Ndo meringis.
"Maybe it's really just a dream, to be with her..." Ndo bergumam.
Ndo pun gak pernah liat Elle dalam waktu yg cukup lama, mau liat foto mungkin bisa, tapi pasti tak terlalu banyak mengobati rindunya. Ditambah balada hilangnya handphone di mobil antar jemput membuat dia benar benar kehilangan akal untuk menghubungi Elle. "Dan kayaknya sms gue juga gak mungkin dibales.." ucap Ndo miris.
Sampai lebih dr setengah tahun gak pernah see her face officially, akhirnya pas Ndo iseng iseng main ke sekolah lamanya (diiringi 2 jenis "sambutan" 1. "Ndoo, apa kabar lo?" *dengan mata berbinar* 2. "Masih berani dateng ke sini, lo?" *dengan mata sinis*) Bahkan ada yang rela menyambut Ndo dengan, uh, sedikit memalukan. Ceritanya kawan lama Ndo, sebut saja Will yang lari dari kantin dan melihat sosok Ndo dr kejauhan langsung teriak teriak "Ndo! Ndo! Ndo!" *dan gak lihat lantai lagi di pel* tiba tiba... GUBRAK! dia jatuh dr lantai. Tengkurep. Semua hening.
Ndo cuma menjawab singkat pertanyaan yang berulang ulang terdengar "apa kabar lo?" "kutil lo gimana?" dan lain lain... tapi mata Ndo tetap mencari sosok yang sudah lama tak ia temui.. Dan yaaaaa. ketika Ndo dan teman temannya sedang duduk di dekat halaman sekolah, Elle melintas dari kantin, bersama teman-temannya, seakan akan dia bersinar sekali hari itu, Ndo memanggil dalam hati, tapi Elle pun tak sadar ada sepasang mata yg membahayakannya *ups*. Ndo tercengang. Teman teman Ndo berteriak, "Elle woy Elle! Nih ada Ndo!! Woi liat woy kesini!" Persetan tapi, Elle tak menoleh sama sekali. Ndo meringis.
***
I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
I was at the top and I was like I’m at the basement.
Number one spot and now she found her a replacement.
I swear now I can't take it, knowing somebody's got my baby.
And now you ain't around, baby I can't think.
Shoulda put it down. Shoulda got that ring.
Cuz I can still feel it in the air.
See her pretty face run my fingers through her hair.
My lover, my life. My shorty, my wife.
She left me, I'm tied.
Cuz I knew that it just ain't right.
I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
When I be ridin man I swear I see her face at every turn.
Tryin to get my usher over, I can let it burn.
And I just hope she notice she the only one I yearn for.
Oh I miss her when will I learn?
Didn't give her all my love, I guess now I got my payback.
Now I'm in the club thinkin all about my baby.
Hey, she was so easy to love. But wait, I guess that love wasn't enough.
I'm goin through it every time that I'm alone.
And now i'm missin, wishin she'd pick up the phone.
But she made a decision that she wanted to move one.
Cuz I was wrong.
And I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
If you ever loved somebody put your hands up.
If you ever loved somebody put your hands up.
And now they're gone and you wish you could give them everything.
I said, if you ever loved somebody put your hands up.
If you ever loved somebody put your hands up.
And now they're gone and you wish you could give them everything.
I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
And I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
Malam itu Ndo sedang mencoba bermain gitar barunya sambil browsing lagu yang mungkin bagus. Lalu dia menemukan sebuah lagu yang, ah, sangat nge beat tapi pas dengan hatinya.
I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
I was at the top and I was like I’m at the basement.
Number one spot and now she found her a replacement.
I swear now I can't take it, knowing somebody's got my baby.
And now you ain't around, baby I can't think.
Shoulda put it down. Shoulda got that ring.
Cuz I can still feel it in the air.
See her pretty face run my fingers through her hair.
My lover, my life. My shorty, my wife.
She left me, I'm tied.
Cuz I knew that it just ain't right.
I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
When I be ridin man I swear I see her face at every turn.
Tryin to get my usher over, I can let it burn.
And I just hope she notice she the only one I yearn for.
Oh I miss her when will I learn?
Didn't give her all my love, I guess now I got my payback.
Now I'm in the club thinkin all about my baby.
Hey, she was so easy to love. But wait, I guess that love wasn't enough.
I'm goin through it every time that I'm alone.
And now i'm missin, wishin she'd pick up the phone.
But she made a decision that she wanted to move one.
Cuz I was wrong.
And I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
If you ever loved somebody put your hands up.
If you ever loved somebody put your hands up.
And now they're gone and you wish you could give them everything.
I said, if you ever loved somebody put your hands up.
If you ever loved somebody put your hands up.
And now they're gone and you wish you could give them everything.
I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
And I was thinkin about her, thinkin about me.
Thinkin about us, what we gonna be?
Open my eyes, yeah; it was only just a dream.
So I travel back, down that road.
Who she come back? No one knows.
I realize, yeah, it was only just a dream.
"Maybe it's really just a dream, to be with her..." Ndo bergumam.
***
Pagi itu Ndo mengecek Facebooknya dan mendapati semua anak di sekolah lamanya sedang berbicara tentang perpisahan. "Sial, di HS gua boro boro ada perpisahan," Ndo komen di salah satu status. Sekejap semua menawarkan, "Ndo, lo ikut aja, tapi bayar lagi!" "Iya Ndo gua kangen kutil lo!" dan ada yang bilang "Lo kan bisa nembak dia di pantai nanti!"
"Oh, ke pantai," batin Ndo. Tiba tiba terbayang dirinya sedang memakai boxer lalu membawa gitar dan di sebelahnya ada Elle, mereka menatap senja bersama, menunggu matahari yang bergerak turun, diiringi alunan musik yang dimainkannya. Dengan sigap Ndo membalas, "Oke gua ikut."
Ndo bersiap diri, tapi sekarang satu masalahnya. Dia gak punya celana pantai yang keren. Baru saja dia mengacak lemarinya sendiri dan hanya menemukan enam celana. 3 celana panjang jeans (ada yang robek di pantat) dan 2 celana BIRU dan KOTAK KOTAK HIJAU (seragam nya dulu). Ndo berpikir keras, lagi lagi memutar otak. Teringat koleksi boxer ayahnya. Ndo merangkak ke kamar orang tua nya, mengendap endap. Ndo sedang memilih motifnya dan ibunya masuk. Bayangkan, Ndo mangap ke arah ibunya dengan memegang boxer hijau bergambar Patrick (gak tau Patrick? Tanya satpam terdekat) Dan ibunya berkata, "Ngapain kamu?"
Ndo menjelaskan maksudnya dan sang ibu manggut manggut. Ndo pun segera packing, asal pilih baju, masukkan ke koper dan menyiapkan gitarnya untuk dibawa. Lalu, ia terlelap, dengan harapannya bisa menembak Elle di pantai.
***
Ndo berlari ke dalam sekolah, masih untung belum ditinggal bus. Ndo pun duduk setelah lelah berlari. "Eh.. Gitarnya! Gue lupa bawa gitar!" Ndo baru teringat. Gagal sudah rencananya.
Ternyata perpisahan sangatlah seru, apalagi sesi bermain di pantai. Ndo cuma duduk di tepi pantai, melihat Elle dan teman temannya bermain air di laut. Ingin sekali bersamanya, tapi Ndo mengubur nya dalam dalam. Tiba tiba ada yang menawarkan, "MAS, mau banana boat gak?" Ndo cuma diam, "gue dipanggil mas mas?" batinnya. "Eh, berapaan bang?" Ndo sepertinya tertarik. "20 ribu, ayok!" Ndo segera memakai jaket pelampung yg sebenernya gak ada anginnya. Sewaktu ia memakai itu, ia baru tersadar, "aih, gua kan gak bisa berenang!" Tapi Ndo diam, dan cuma bilang, "bang, nanti jangan ceburin saya, ya."
Ndo bersiap, semua menyoraki, Ndo berharap Elle adalah salah satu dr mereka yang menyemangati Ndo, tapi dr ujung matanya Ndo melihat Elle masih asyik bermain. "Tunggu aksi gue."
Mesin perahu dinyalakan, sialnya Ndo cuma naik sendiri. "Sampe tengah ya bang!" Ndo pun meluncur, dari kejauhan Ndo melihat Elle sedang menyaksikannya. Ndo tak bisa berhenti tersenyum. Di tengah lautan dan dengan deburan ombak serta suara mesin perahu, Ndo tak mendengar suara si abang "Dek kalo gak mau jatuh pegangan," tapi Ndo tak mendengar. Si abang juga gak liat si Ndo malah asyik menatap Elle di tepi laut, tak melihat ombak besar dari sisi kanannya, BLASSSH!!!!! Ndo jatuh ke laut.. Dan Ndo bukannya berenang ke tepi malah joget joget di air... Dan si abang gak sadar Ndo udah jatuh sampe teriakan guru yg bilang "Ndo kok gak berenang?" Si abang baru nengok.. beberapa guru udah mencoba berenang ke tengah dibantu si abang yang akhirnya nyebur..
Mata Ndo masih tertutup. "Ndo.. Ndo..." semua mengerumuninya.. Ndo cuma berkata.. "Kok asin ya.." Dan di pelupuk matanya ia mendapati Elle, dengan, lagi lagi, tatapan mata kosong.
Akankah Ndo melanjutkan perjuangan Beach Boy sejati? Lalu sebenarnya siapakah yang telah mengambil hati Elle? Apakah tak ada sediktpun rasa Elle utk Ndo? Tunggu part selanjutnya.
"Oh, ke pantai," batin Ndo. Tiba tiba terbayang dirinya sedang memakai boxer lalu membawa gitar dan di sebelahnya ada Elle, mereka menatap senja bersama, menunggu matahari yang bergerak turun, diiringi alunan musik yang dimainkannya. Dengan sigap Ndo membalas, "Oke gua ikut."
Ndo bersiap diri, tapi sekarang satu masalahnya. Dia gak punya celana pantai yang keren. Baru saja dia mengacak lemarinya sendiri dan hanya menemukan enam celana. 3 celana panjang jeans (ada yang robek di pantat) dan 2 celana BIRU dan KOTAK KOTAK HIJAU (seragam nya dulu). Ndo berpikir keras, lagi lagi memutar otak. Teringat koleksi boxer ayahnya. Ndo merangkak ke kamar orang tua nya, mengendap endap. Ndo sedang memilih motifnya dan ibunya masuk. Bayangkan, Ndo mangap ke arah ibunya dengan memegang boxer hijau bergambar Patrick (gak tau Patrick? Tanya satpam terdekat) Dan ibunya berkata, "Ngapain kamu?"
Ndo menjelaskan maksudnya dan sang ibu manggut manggut. Ndo pun segera packing, asal pilih baju, masukkan ke koper dan menyiapkan gitarnya untuk dibawa. Lalu, ia terlelap, dengan harapannya bisa menembak Elle di pantai.
***
Ndo berlari ke dalam sekolah, masih untung belum ditinggal bus. Ndo pun duduk setelah lelah berlari. "Eh.. Gitarnya! Gue lupa bawa gitar!" Ndo baru teringat. Gagal sudah rencananya.
Ternyata perpisahan sangatlah seru, apalagi sesi bermain di pantai. Ndo cuma duduk di tepi pantai, melihat Elle dan teman temannya bermain air di laut. Ingin sekali bersamanya, tapi Ndo mengubur nya dalam dalam. Tiba tiba ada yang menawarkan, "MAS, mau banana boat gak?" Ndo cuma diam, "gue dipanggil mas mas?" batinnya. "Eh, berapaan bang?" Ndo sepertinya tertarik. "20 ribu, ayok!" Ndo segera memakai jaket pelampung yg sebenernya gak ada anginnya. Sewaktu ia memakai itu, ia baru tersadar, "aih, gua kan gak bisa berenang!" Tapi Ndo diam, dan cuma bilang, "bang, nanti jangan ceburin saya, ya."
Ndo bersiap, semua menyoraki, Ndo berharap Elle adalah salah satu dr mereka yang menyemangati Ndo, tapi dr ujung matanya Ndo melihat Elle masih asyik bermain. "Tunggu aksi gue."
Mesin perahu dinyalakan, sialnya Ndo cuma naik sendiri. "Sampe tengah ya bang!" Ndo pun meluncur, dari kejauhan Ndo melihat Elle sedang menyaksikannya. Ndo tak bisa berhenti tersenyum. Di tengah lautan dan dengan deburan ombak serta suara mesin perahu, Ndo tak mendengar suara si abang "Dek kalo gak mau jatuh pegangan," tapi Ndo tak mendengar. Si abang juga gak liat si Ndo malah asyik menatap Elle di tepi laut, tak melihat ombak besar dari sisi kanannya, BLASSSH!!!!! Ndo jatuh ke laut.. Dan Ndo bukannya berenang ke tepi malah joget joget di air... Dan si abang gak sadar Ndo udah jatuh sampe teriakan guru yg bilang "Ndo kok gak berenang?" Si abang baru nengok.. beberapa guru udah mencoba berenang ke tengah dibantu si abang yang akhirnya nyebur..
***
Mata Ndo masih tertutup. "Ndo.. Ndo..." semua mengerumuninya.. Ndo cuma berkata.. "Kok asin ya.." Dan di pelupuk matanya ia mendapati Elle, dengan, lagi lagi, tatapan mata kosong.
Akankah Ndo melanjutkan perjuangan Beach Boy sejati? Lalu sebenarnya siapakah yang telah mengambil hati Elle? Apakah tak ada sediktpun rasa Elle utk Ndo? Tunggu part selanjutnya.

No comments:
Post a Comment
THANKS FOR THE COMMENTS :) I need them much. I'll reply soon. ♥