BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Friday, July 27, 2012

When we (once) talked

Setelah membaca post dari William, kita pasti tahu Ndo memang sudah mulai membuka mata terhadap peradaban modern. Yak saudara-saudara, hape smartfren-mini-yang-nada-deringnya-masih-tenenet-nonet itu telah berubah menjadi blekberi.

Sebagai bukti, lihat ini.

Gambar di atas adalah hasil screenshoot dari chat antara William dan Ndo. Selain membuktikan kalau Ndo udah pake BB (ya, gue tahu display picture(DP)nya masih lebih bagus dari face aslinya), Ndo kayaknya udah capek, atau lebih tepatnya eneg, atau lebih tepatnya udah kesel, atau lebih tepatnya lagi pengen ngebakar gue dan Willi hidup-hidup karena udah memperburuk martabat dia lewat post-post di blog kita berdua selama ini.

Untungnya jawaban William itu tepat banget. Tepat karena dia jujur. Jujur karena..... gue ngalamin hal yang sama. Jujur karena....... gue juga gak bisa, menulis hal yang bagus tentang Ndo. Pernah gue coba sekali, tapi pas gue baca ulang, tetep aja ada unsur hinaannya.

Gue tahu perasaan lu, brodah. 
Ambil sisi baiknya, semoga aja di luar sana banyak yang doain lu supaya bisa dapetin Elle.  


Sorry Ndo, kalo kita nulis yang baik-baik tentang lo, gue takut post yang gue dan William tulis jadi gak menarik. #kesadisanjiwapenulis. Kreatif dan gila itu beda tipis. 















Remaja memang hidup dalam kebrutalan. You should know it, Ndo.







***
Ndo bingung banget, bukannya seneng karena udah dapet pin Elle, dia semakin kacau, bimbang, dan dilema.Setiap menit dia mengamati BB nya, mengecek apakah Elle mengganti DP nya, dan selalu menyimpan setiap foto yang Elle pasang sebagai DP, termasuk foto monyet joget-joget dalam bentuk gif. Akibatnya, Ndo kelabakan, PR ia kerjakan secara kilat, hasilnya pun kacau. Sekolah nggak konsen, dia selalu curi-curi kesempatan buat nge-cek Recent Updates (RU), kapanpun, dimanapun, selalu membuka profile BBM Elle yang sebenernya nggak berubah banyak, kecuali DP nya yang hampir diganti tiap hari. Elle gak sadar, dengan kehadiran Ndo di contactnya, cepat atau lambat akan membahayakan masa depannya.

Kebingungan itu diperparah dengan semangat Ndo untuk "rujuk" (sebenernya bukan rujuk sih, mulai aja belom), maksudnya untuk mengejar cintanya lagi. Kenapa gue bilang diperparah? Jelas, Ndo gagal move on (lagi) Itu artinya dia harus muter otak lagi (yang sebenernya udah males buat dipake mikir), mencari cara untuk nembak Elle, properly. Kenapa gue bilang "properly"? Bukan, bukan karena selama ini Ndo selalu nembak dengan cara absurd, tetapi karena dia selalu GAGAL, dan pasti ada aja hambatannya.

Karena pengen dibilang pria, Ndo pengen nyoba lagi. Tapi, dia masih trauma. Pengen bikin lagu, tapi gak ada yang dukung, sekalipun orangtuanya sendiri bilang kalo dia bisa memperburuk industri musik Indonesia yang-udah-rusak-sama-boyband-girlband-kacangan. Hidup terasa begitu berat...


***

Malem itu Ndo abis ngerjain PR *tumben*, abis itu dia berleha-leha di kasur sambil megang hape. Iseng-iseng (berhadiah) ngecek RU, ternyata MB lagi pasang status "BBM krik bgt --" chat kek siapa gitu" Ndo yang tadinya mau tidur langsung bangun. Sebenernya mungkin aja si Elle lagi berharap cowok yang ia SUKA mau chatting sama dia (literally, bukan Ndo yang ia inginkan.)


Dengan modal nekat, ia memulai conversation nya dengan Elle.

Ndo > Eh... apa kabar?
Elle  > Siapa nih? (ELLE LUPA LAGI. Jelas karena si Ndo masang nama "CHRIS" di display name)

Ndo diam. Pengen banting hape, atau pengen getokin hapenya pake palu, tiba-tiba keinget pesen bokapnya pas dikasih BB, "nih terakhir kalinya gue kasih barang bagus."

Baru Ndo mau meng-end chat conversation itu, tiba-tiba Elle membalas.

Elle > Oh, lu Ndo ya? Maaf baru inget --


Ndo kegirangan bukan main.


Ndo > Eh iya gak apa-apa kok :) santai aja kali :D hehehe :p hmmm, lagi bosen yaah? :|
kode dalam chatting #203 -> Terlalu banyak smiley adalah pertanda: 1.) genit- lagi cari perhatian 2.) lagi kegirangan 3.) sok asik 4) baru belajar pake hape.

Elle > Hmm.. nggak juga sih.

Ndo > Oh hehehe... (Ndo pengen banget ngomong: "lu lagi pengen chatting kan? gue adalah orang yang tepat untuk itu") anyway, gimana nih di sekolah? :D

Elle > Fine kok, eh udah ya bentar lagi hape gw mati, lowbat. Mau nge charge.

Ndo > Oh... oke... :) hehehehe :D

Meskipun Elle terlihat kurang interested, Ndo udah seneng bisa ngobrol, ya istilahnya melepas rindu.

Sekitar 20 menit kemudian, Ndo nge cek RU lagi.


Anda tahu apa yang ada di RU?


JELAS JELAS DI SITU, ELLE LAGI DENGERIN LAGU CERIBEL. DAN DIA BARUSAN GANTI DP.

KATANYA BENTAR LAGI HAPENYA MATI?!
KATANYA MAU NGE CHARGE?! 


"KATANYA......" Ndo bergumam.



Painful love is painful.






"Knew the signs
Wasn't right
I was stupid for a while
Swept away by you
And now I feel like a fool
So confused,
My heart's bruised
Was I ever loved by you?"






Out of Reach - Gabrielle








Wednesday, July 4, 2012

she will always be.

She looked at the clouds,
remembered how well her dream was last created,
"anything could be possible," she screamed at the crowds.
and her smile was well-portrayed.

The feelings of her mind were away,
didn't know when they would turn back,
they escaped from the tiresome day,
her mind was empty but she remembered her track.

She dreamed that she would sit on those clouds someday,
how life set her free, how she could fly.
Well, she had no wings that she couldn't pay.
She had her own dream, she would try.

She heard that somebody would steal her dreams,
They who didn't know how to live.
Happiness was died, fear played its roles.
She was finally able to beat 'em and she learned a lot why she could survive.


It's all because of dreams.





She used to be me, and she will always be.

Tuesday, July 3, 2012

A begin to an end.

Yak, setelah tadi baca post dari William, now I've got the point.


Oke, pertama, memang gue akui ini bener-bener gila, sebagai ralat juga, emang gue sama Willi buat cerita gila ini dari awal kelas 9 - sampe sekarang, udah naik kelas 11!
Tapi itu juga kepotong dengan sekolah, tugas, sekolah, tugas, daaan lainnya yang gue gak pengen sebutin satu-persatu. Jelas cuma beberapa post doang, ya meski cuma "beberapa" mungkin.... frankly I say itu semua bener-bener mencerminkan kehidupan Ndo.

Gue lah yang membuat part 1 dan mengawali kisah tragis ini, tentunya inspirasi itu dateng setelah gue baca post William tentang Ndo yang jatuh dari ATV. Gue masih inget gimana gue ngakak keras banget pas baca post itu. Ya, sadis memang, tapi dramatisir si William bener-bener melampaui kisah aslinya (waktu itu gue juga ada pas Ndo cerita pengalaman absurdnya itu), dan semua itu gue luapkan di blog. 

Mungkin, William ada benernya, sudah saatnya gue dan dia mengakhiri kegilaan ini. Padahal tadinya gue sempet kepikiran buat ngebuku-in summary dan gabungan dari post gue dan William, itung-itung buat inspirasi anak muda. 

Tapi, Ndo aja udah hopeless begitu, masa tetep mau gue lanjutin? Apa lagi yang bisa gue tulis?


Jujur, gue kasian ama Ndo.

Gimana nggak? Ya, gue tahu di luar sana banyak yang jadi penggemar Elle. Ada yang mukanya memadai, ya- maksud gue ganteng, ada yang sok ganteng, ada yang belum ganteng (baca: kurang memadai), dan mungkin Ndo masuk di golongan terakhir. Semua punya effort sendiri - seperti pria pada umumnya : CAPER - untuk dapetin hati Elle. Gak sedikit yang berhasil, tapi ada juga yang bisa dapetin hati Elle meski cuma numpang lewat lah istilahnya. Nah, Ndo, boro-boro numpang lewat di hati Elle, dia aja gak bisa ngedapetin perhatiannya sedikiiiit aja.

Berkali-kali Ndo mencoba, dia selalu gagal. Herannya, dia gigih banget. Pas perpisahan di pantai, dia ikut dateng, pas Live In di Klaten, dia berusaha nyamperin. Seolah-olah Ndo selalu mencari dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk ketemu Elle. Dan Elle nya............ gak tahu itu semua.

Ya sebagai teman kita pengen support dia untuk nembak. Minimal si Elle tau lah. Tapi gue pikir... hal itu cuma bikin sakit hati aja, jelas gak ada harapan lagi. Bukannya pesimis, tapi terkadang kita harus rasional dalam bertindak.

Orang bilang kita gak boleh menyerah, tapi apa gunanya memaksakan diri?


Ibaratnya, itu bukan jalannya. Jangan dipaksa atau akibatnya malah jauh lebih buruk.


Agak sedih pas baca post William tadi, kasian banget Ndo. 


Dan gue bingung sekarang.


Bukan, gue bukan bingung tentang apa yang mau gue tulis. Gue juga bukan bingung tentang Ndo, Elle, apalagi William.

Gue bingung kenapa gue bisa-bisanya iba sama orang lain, sedangkan percintaan gue sendiri belum beres.


Hmm.


Udah ah, lanjut.


***


Tekad Ndo udah bulat. Dia pengen nembak Elle. Lagu udah disiapin, gitar udah diganti senar semuanya (kemaren kan pake Piram*da), dan sekarang ia bingung.

"DIMANA GUE MAU NEMBAK DIA?!" Ndo menjerit.
Nggak teriak juga sih, menjeritnya dalam hati doang.


TAPI SERIUS. DIMANA WOI? *gue ikutan bingung*

Ndo memutar otaknya, "nggak mungkin kalo gue nyamperin ke rumahnya lagi," dia nggak mau dikasih recehan lagi, (meskipun waktu itu bermanfaat banget buat ongkos pulang) dia mau.... Elle nerima dia, sebagai teman lah minimal. Diajak masuk, dikasih minum, ngobrol.


Ndo mikir lagi.


"Nggak mungkin juga kalo gue nyanyi di sekolah dia," dia ngomong sendiri, "pasti gue disorakin," katanya lemas.

"Dan nggak mungkin juga gue ajak dia ketemuan...." Ndo bergumam. "Eh, tunggu, mungkin boleh juga ngajak dia ketemu."


Udah seneng dapet ide, Ndo kegirangan. Tapi tiba-tiba dia diem lagi.


"By the way...gimana caranya gue NGAJAK KETEMUAN?" Ndo langsung meraih HP nya. Nomor Elle udah dihapus, tepat pada saat Elle pulang sama anak anak sekolahnya dari Klaten. Ndo memang galau banget waktu itu.

Gengsi mau minta nomernya lagi, Ndo beralih ke Twitternya yang-sebenernya-dibuat-cuma-buat-nge-stalk-timeline-nya-Elle. Tapi kali ini dia nge DM Elle. Dia takut mentionnya dibaca anak-anak lain.


NDO >  Hai Elle... apa kabar? Ini gue Ndo (Ndo nyebutin nama, in case kalo Elle lupa lagi). Hmmmm lagi liburan kemana ni? 

Sampai dua hari berlalu, Elle belum menjawab. Hingga tiba pada hari ketiga, Ndo kegirangan.

ELLE > Hmm baik kok. (Elle gak nanya kabar balik!) Gue baru aja pulang dari rumah sodara... Hmm kenapa? Kok lu tau twitter gue?

Jleb. "DARI DULU GUE FOLLOW ELU KALI..." Ndo menjerit.

Ndo berusaha bersikap baik.

NDO > Eh iya, gapapa kok. Dari dulu gue tau kali...He..he..he.. *ini ketawa apa kesedek* Oh gitu, berarti, bisa ketemuan? Ada Nath juga, lu ajak siapa kek gitu gapapa kok :))))) *smiley overload*

ELLE > Oh, gitu.. Iyasih gue lagi di rumah sekarang. Ketemuan buat apa? Tumben.

Elle kayaknya curiga.

NDO > Ya, gapapa sih... Hehehe.. Lu gak mau ya?

ELLE > Bukan gitu --' Aneh aja.

Ndo diem lagi. Mangap. Suasana mendadak hening.


"Elle, lu baru tau kalo orang yang jatuh cinta bakal berubah jadi aneh?"



Akankah Ndo berhasil mengajak Elle bertemu? Dan apakah rencana Ndo berhasil. Wait for the next sequel!





Thursday, June 21, 2012

Being forgotten always hurts.

lanjutan dari post yang ditulis William, gue kali ini mau lanjutin kisah Ndo and Elle yang sampe sekarang, for real, gak selesai-selesai.

Yaaa, sebagai prolog, gue ceritain dikit deh.

Udah lama banget kali ya sejak gue dan William gak ngelanjutin kisah dua insan yang kayaknya belom bisa ditakdirkan bersama *sorry Ndo. but for sure, please down to earth*
Yaa, berbagai peristiwa terjadi, termasuk tentang si Ndo, temen gue ini yang dulu homeschooling di Pamulang, finally pindah ke Klaten. Dia mutusin untuk masuk SMK aja, jurusan robotik gitu kalo ga salah.

Agak kasian juga sampe saat ini dia belom nemu tambatan hati. Gatau itu faktor penyebabnya apa, yang jelas, kasian aja. Masak belom move on juga sih? *GAKNGACABANGETGUE*

Gue juga gak tega buat ceritain kalo si Elle udah nemuin yang lain. Mungkin, cowok itu adalah orang yang berani ngungkapin perasaannya. Gak kaya Ndo yang selama ini mainnya sembunyi-sembunyi; malu tapi mau gitu.

Yaah, pelajaran aja deh buat yang lagi PDKT. Jangan ditiru.


***

Mendengar kabar adanya Live In anak-anak CTS di Klaten, Ndo seneng bukan main *kayaknya udah diceritain deh*.

Gimana nggak, sekarang dia pun lagi di Klaten. Dia ngerasa "blessed" banget. Gak nyangka, apakah ini kebetulan atau emang dia lagi hoki aja.

Ndo langsung cari informasi dari anak-anak CTS yang mungkin masih mau dihubungi. Yaa,  dia pun mengirim pesan singkat ke Nath, sahabat karibnya yang kayaknya udah mulai lupa sama dia. Setelah tahu tanggalnya, dia jadi excited banget. Agak saru dia lagi seneng atau kesurupan.

Tapi saat menjelang hari-H, dia baru menerima kabar kalo HP semua murid bakalan dititipin ke guru sampe hari ke-6. Ndo langsung lemas. Ia pun menunggu dengan sabar, dan saat hari itu tiba, dia langsung menghubungi kawannya. Gak usah diomongin orangnya siapa, tapi orang itu kebetulan serumah sama Elle *gue gak tau dia tau darimana*.

Ini serius.

Kawannya itu baru siap-siap mau pergi  ceritanya. Ngutak-ngatik hape gajelas. Tiba-tiba Ndo telpon buat nanya lokasi desa yang emang dijadiin tempat Live In. Setelah hampir nyasar, Ndo yang dibonceng teman sekolahnya yang berhelm hitam akhirnya berhasil tiba di rumah Elle dengan selamat.

Kebetulan, di rumah Elle lagi ada beberapa anak CTS yang lagi nongkrong. Spontan semuanya langsung teriak. Yaa, hampir semuanya kurang lebih bilang, "makin ganteng aje Ndo", sisanya ya biasa. Maki-makian.

Elle pun keluar mendengar keributan di luar rumah.

Ndo tertegun. "Dia tak berubah ya....." (serius, gue pengen muntah pas nulis ini)

Anak-anak CTS yang lain langsung menyoraki, "Elle, inget dia ga? Ciee ciee"

Elle, dengan tampang polosnya menjawab, "Siapa ya?" sambil menunjuk Ndo.



Ini serius.




Elle bener-bener lupa! (serius, dia beneran lupa waktu itu)



Ndo merasakan ada "kretek-kretek" di hatinya. Dia senyum agak mesem-mesem gitu, entah nahan malu atau nahan sakit hati.

"Eh lo nggak inget, Elle?" salah satu anak nyeletuk.
"Enggg... Nggak tuh. Siapa ya?" Elle mengulangi pertanyaannya. Dari tampangnya emang bener keliatan kalo dia nggak mengada-ada. (Buat apa juga boong.)

Ndo masih masang senyum mesemnya. Kayaknya agak sakit tuh........

Sampai akhirnya ada yang berkata, "ini Ndo, Elle. Masa lupa?"
Elle mengamati Ndo. Remaja SMA yang masih mengenakan jaket hitam-merah merk Re*bok yang dari kelas 7 belom sempet diganti.
"Oh, si Ndo!", kata Elle. "Gue kira siapa," lalu ia memalingkan wajahnya ke Blackberry yang daritadi kayaknya ada yang nge-PING gitu deh *bikin Ndo panas*

Elle asyik main BB. Ndo diem. Diem. Diem banget. Sama seperti dulu, saat lagi-lagi Elle yang polos, yang ia cintai (asli, pengen muntah lagi.) bener-benerrrrrrrr nusuk hatinya.

Ndo bingung. Apakah dia harus menahan perasaan dia yang udah lama banget terpendam. Ndo juga sadar Elle sama sekali gak peduli sama dia, gimana mau peduli, inget aja nggak.

Akhirnya Ndo pun pulang hari itu. Dengan hati agak remuk. Tapi dia kayaknya udah terlatih untuk tegar....

***

Hari Selasa pun tiba, hari terakhir anak CTS di Klaten.
Ndo pun memutuskan diri untuk datang. Alasannya klise, "pengen ketemu yang lain."

Setibanya di sana, ternyata lagi ada acara perpisahan gitu. Ndo cuma diem liatin aja. Dia tetep diem, nggak tau mandangin siapa, diem terus sampe akhirnya semua pulang dan naik ke bis. Ndo ngikutin para rombongan. Dengan tatapan agak sedih dia ngeliat bis itu mulai jalan.

"Gue perlu move on..." Ndo bergumam dalam hatinya.

But how can I move on, when I'm still in love with you? - The Script (The Man Who Can't Be Moved)

Monday, June 18, 2012







HAPPINESS
is not something you have to buy. 
Create it by yourself!





-tharie

Before you start to forget.

HEY! I miss the blogsphere here.. *sniffing* and yeah, the holiday begins! So this time I don't want to waste these precious and "holy" days to relax and do stuffs that should be postponed before.
Okay, last Saturday I received my report card. Really, I thank Jesus and people who keep burning my spirit during the schooldays! Even more, I still can't believe that Year Ten is finally over. Now I'm a 11th grader! One year feels so fast, eh?

And so, here I post some photos during "Live In" that held in Klaten. Stefhanie and MB were my housemates, the three of us keep pestering "our foster mother" LOL! Frankly I have to say that, "Live In" really works for me to see my life in a new light. Though there are some drawbacks in technical procedure and unorganized schedule.... well, so far it's okay.

see?
Hmm I'm not going to report every single thing I did during the 10 days, here I want to share things I had to deal with there. You know, the three of us had to sleep in a very small-sized bed. Actually our foster mother, Ibu Iyem (yeaaahh I'm going to remember her name forever! LOL) offered another room, so one of us had to sleep alone. I say it again, ALONE. Well, so we refused it and decided to sleep in "the incapacious bed"






with Rosa.






frying, dude. frying







Ibu Iyem makes "onde onde" and "apem" everyday, but Sunday is the time off for her, she goes to the church as a Christian. I usually woke up at 4 am to help her fry "onde onde" or package the "jenang sagu merah". It's quite fun and the taste of her "onde-onde" is really unforgettable. LOL.

:3

stefhanie with apem!

MB pours the dough.







And the last day arrived. I missed everything already! The morning breeze, the beautiful nightsky and the moments I spent to share our lives, the moments when she told me about her life *cry*. The last lunch we had almost ended with tears, Stefhanie even said that each of us will soon miss the dishes we used to eat together :')

Sooo... we set a new record.  Usually, we barely ate this much, and that day we ate our heart out and left no fried chicken on the plate :9

I really enjoyed the dish!




And Rosa gave us 3 hand-made bracelets from her friends. Each of us worn it and it was like a return of superheroes. :p
I WEAR THE BLUE ONE! :3 Rosa: pink, MB: purple, and Stefhanie: red


Also, I miss to do all of this chores! 
washing the dish.


my favorite exercise in the morning! LOL




me with my housemates. right-left: MB, stefhanie, ME. you know guys I won't forget our effort during the night after dinner, how we fight with the stupid stomachache, and... a night with VEGETA maybe? :p






Naftalia and Me. Wooot :3 



more stories at the next post!


Thursday, December 29, 2011

when someone pissed you off.

hello. i'm back to post some things here. tapi gue pengen pake bahasa Indo aja ya biar enak *alibi*

kita semua pasti pernah kesel kan sama orang. bahkan orang baik sekalipun, pasti pernah ngalamin deh. kenapa kita kesel? ya karena ada orang lain yang bersikap nggak sesuai yang kita mau. mungkin kalian kesel sama orang yang ngasih lem di tempat duduk kalian *jamanSD* atau pas ada yang bohong, fitnah atau.... mengkhianati kita. yang namanya perasaan, mulai dari seneng, sedih, marah, itu alamiah; bukan diajarkan orang lain tapi kita belajar dari semua perasaan itu. bahkan... bayi aja udah bisa ngerasain yang namanya seneng, marah, apalagi sedih.
jadi, kesel itu wajar aja. we know that.. we can't control people's deed. jadi mau gak mau kita pasti kesel sama orang yang bertindak seenaknya. tapi... gue mau cerita dikit tentang gimana perasaan kayak gini bener-bener nguras tenaga kita.

jujur aja gue paling kesel sama orang yang... SOK. entah itu sok jago, sok tahu, sok hebat, sok apalah... yang penting sok. ya mungkin aja mereka pikir mereka bisa punya semuanya dengan mudah, jadi merasa dirinya hebat gitu. sok itu beda tipis lah sama sombong, bedanya orang sombong itu setidaknya punya hal yang bisa dibanggakan, kalo orang sok... biasanya cuma modal mulut aja.

gue juga gak tau kenapa gue bisa segitu keselnya sama orang tipe-tipe begitu. ciri-cirinya yah: suka ngomongin diri sendiri, apa apa ngomongnya "kayak gue dong...", "iya gue abis bla bla bla...", selalu pengen nguasain semua bidang, dan... paling gak suka diremehin tapi sulit buat memuji orang lain.
mungkin ini semua karena orang orang tipe kayak gitu bener-bener beda dengan gue. you know that I'd better keep quiet than talking about myself. mentok-mentok juga curhat atau ga nulis gajelas di blog. dan bagi gue, apa yang bisa lo banggakan sebenernya sih? semua yang kita punya sekarang cuma sementara, kalo Tuhan mau ambil detik ini juga, He can. dan sebenernya... apa gak sadar yah, kalo masih ada orang yang lebih hebat, jadi buat apa meninggikan diri sendiri kalo akhirnya toh jatoh lagi......

Asek.


yah begitulah rasa kesel itu berlanjut karena gue masih ketemu dia dan dia masih... jadi orang sok. agak males juga kalo gue harus ngajak dia berantem lewat Twitter, FB atau ketemu langsung cuma buat nyadarin dia. 
tapi selang waktu berjalan, gue juga risih, dengan rasa kesel gue sendiri, dengan kehadiran dia, dan.. pokoknya semua tentang orang itu, GUE NGGAK SUKA. waktu itu emang dia sempet sadar dikit gitu, mulai diem, entah kenapa... dan masa tenang itu sayangnya nggak lama. yang namanya watak mana mungkin berubah sih?


Asek.



jadi gue perlahan mulai maklumin dia lah. meski sekarang dia masih tetep kayak gitu, gue sih coba untuk nyantai aja, in hope someday she'll realize, entah gimana caranya...
gue juga sadar, dia sempet berubah dan akhirnya tetep balik lagi; itu artinya sifat dia itu udah jadi watak asli, dan kayaknya sulit diubah. jadi mau gue jenggotan memelihara rasa kesel ini, kayaknya itu gak akan mengubah apapun deh. 

kesimpulannya, sebenernya sah-sah aja kalo kita kesel sama orang, tapi, kita juga harus sadar kalo setiap orang punya watak baik dan buruk. Accept people as they are *ASEK LAGI* kita juga gak bisa mengubah seseorang dalam waktu singkat, biarkanlah mereka belajar sendiri melalui kesalahannya suatu saat, dan... buat apa ngurusin orang lain sih ya? we have our own life, dude. dan rasa kesel itu cuma bikin kita cape, atau bahkan bisa tumbuh jadi rasa benci. therefore, we're not perfect! jadi kalau kita nggak sempurna, terkadang gak penting juga untuk memikirkan ketidaksempurnaan orang lain.

yah gue juga gak mau munafik, susah juga sih ngelakuinnya. tapi setidaknya kita mencoba untuk memaafkan.



dan buat si orang sok itu, yaudahlah gue cuma harap dia sadar.... 
kadang kadang kita gak lihat kalo jangan-jangan........ kita juga sama kayak orang yang dikeselin.

Eh tapi sorry. Gue bukan orang sok. Sekian.